Headline
Regional
GMNI Karawang Resmi Dilantik, Langsung Ngegas Bahas Tunawisma sampai Kesenjangan Ekonomi
KARAWANG - Baru dilantik, tapi auranya udah bukan kaleng-kaleng, langsung nyenggol isu rakyat yang sering kelewat. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang Periode 2025-2027 resmi dilantik, Sabtu (25/4/2026).
Acara yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Komplek Kantor Bupati Karawang, diisi dengan kegiatan Diesnatalis GMNI ke-72 dan pembukaan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD). Bukan cuma seremoni formal yang biasa lewat doang, momen ini sekalian jadi ajang "pemanasan" kader buat turun langsung ke realita.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Patra Dewa juga gak pakai basa-basi, langsung ingetin soal ideologi dan tanggung jawab kader. Ia mengingatkan kepada para pengurus DPC GMNI Karawang yang baru saja dilantik, untuk dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Ideologi Marhaenisme dalam kerja-kerja organisasi.
Selain itu, tanggung jawab kaderisasi perlu dijalankan dengan baik dan terus ditingkatkan.
"Dalam menjalankan tugas-tugas organisasi, kaderisasi dan perjuangannya, DPC GMNI Karawang diwajibkan senantiasa berpedoman pada AD/ART. Melalui kegiatan ini, diharapkan menjadi gambaran GMNI Karawang menegaskan komitmennya untuk mengamalkan nilai marhaenisme dan siap membaur bersama masyarakat di berbagai sektor," ujar Patra dalam sambutannya.
Masuk ke inti, Ketua DPC GMNI Karawang, Muhamad Alfani Husen juga gak kalah tegas. Ia menyampaikan bahwa semangat yang diusung dalam kegiatan yang dilaksanakan, pihaknya adalah "Menyalakan Api Marhaenis di Tengah Tantangan Zaman", khususnya di wilayah Kabupaten Karawang.
Menurutnya, kader GMNI tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.
"Bagaimana nantinya mereka membantu kaum marhaenisme itu sendiri, meliputi petani, buruh, kaum miskin kota, hingga masyarakat yang merasa tertindas oleh sistem sosial dan ekonomi," kata Alfani.
Nah ini yang bikin makin "nyentil", bukan sekadar konsep. Alfani juga blak-blakan soal kondisi lapangan yang masih jauh dari kata ideal.
Ia juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih terjadi di Karawang, mulai dari keberadaan tunawisma hingga kesenjangan ekonomi yang dirasakan masyarakat kecil. Selain itu, permasalahan di sektor pertanian dan perikanan juga perlu menjadi perhatian serius bagi kader marhaenisme.
Langkahnya? Gak mau cuma wacana. Turun langsung, catat masalah, terus dijadiin bahan dorongan kebijakan.
"Kami akan turunkan kader ke sektor pertanian, perindustrian, dan perikanan agar mereka memahami kondisi di lapangan. Hasil temuan di lapangan tersebut nantinya akan dirumuskan dalam bentuk policy brief yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan," katanya.
Acara yang dibuka oleh Faried Abdurrahman Nur Yuliono, S.STP., M.M., (Kepala Biro Humas Setjen Kemnaker-RI) tersebut, turut dihadiri oleh Sri Rahayu Agustina, S.H., (Anggota DPRD Jawa Barat), Engkus Kusnadi, S.H., M.H., (Ketua Bawaslu Kabupaten Karawang), Putra Muhammad Wifdi Kamal, S.Kom., (Anggota KPU Kabupaten Karawang), Dian Suryana, S.P., S.H., M.H., (Direktur Pustaka), serta Ketua dan Anggota GMNI se-Jawa Barat.
Intinya satu: ini bukan pelantikan santai-santai, tapi sinyal kalau mahasiswa mulai nyalain "api" buat ikut nimbrung serius di urusan rakyat. (***)
Via
Headline

Posting Komentar