Telusuri
24 C
id
  • Spill Beranda
  • Spill Nasional
  • Spill Regional
  • Spill Peristiwa
  • Spill Trending
  • Spill Politik
  • Spill Hukum
  • Spill Pendidikan
  • Spill Bisnis
  • Spill Tokoh
  • Spill Olahraga
  • Spill Budaya
SpillNews
Telusuri
SpillNews
Buy template blogger
Beranda Headline Hukum Regional Kasus Dugaan Pelecehan Seksual UNSIKA Diseret ke Pusat, Opsi Damai Jadi Sorotan
Headline Hukum Regional

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual UNSIKA Diseret ke Pusat, Opsi Damai Jadi Sorotan

SpillNews
SpillNews
22 Apr, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

KARAWANG - Penanganan dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) makin disorot. Bukan cuma karena kasusnya, tapi juga cara penanganannya yang dinilai belum menjawab rasa keadilan.

Kuasa hukum korban, H. Martin Poerwadinata, sampai harus membawa persoalan ini ke Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Itjen Kemdiktisaintek). Korbannya diketahui mantan mahasiswi UNSIKA berinisial W.

Langkah ini diambil karena proses di tingkat kampus dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Martin menegaskan, pihaknya ingin ada penanganan yang lebih serius, objektif, dan tidak keluar dari substansi dugaan pelecehan seksual yang terjadi.

"Benar, saya diterima langsung oleh Kepala Inspektorat Jenderal bersama jajarannya. Kami telah memaparkan secara lengkap kronologi peristiwa yang dialami klien kami," ujarnya, Selasa (21/4/2026) kepada awak media.

Menurutnya, kementerian perlu mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Ia juga menilai pendekatan yang selama ini dilakukan berpotensi mengaburkan inti persoalan.

Kasus ini sebelumnya sempat dilaporkan korban ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UNSIKA. Namun dalam perjalanannya, laporan tersebut dicabut, sehingga proses investigasi terhenti.

Humas UNSIKA sekaligus anggota Satgas PPKS, Ana Rosmarina, membenarkan hal tersebut.

"Memang benar korban sempat melapor, tetapi dalam perjalanannya laporan tersebut dicabut. Karena itu, kami tidak memiliki dasar administratif untuk melanjutkan penanganan," jelas Ana.

Namun penjelasan itu dibantah oleh kuasa hukum korban. Martin menyebut, pencabutan laporan diduga bukan murni keinginan korban, melainkan karena adanya dorongan untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

"Menurut keterangan Klain kami W, kenapa dia menarik laporannya di PPKS diduga dikarenakan agar menyelesaikan secara kekeluargaan saja. Ini kan jelas salah!," jelas H. Martin.

"Jadi, jangan sampai mengaburkan permasalah inti nya. Apalagi A hanya di pindahkan dari Lingkungan Fakultas Agama Islam ke Bagian Fakultas Ilmu Kesehatan. Harusnya pihak Rektor tegas dalam menangani peristiwa ini," tandasnya.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait sejauh mana sistem perlindungan korban di lingkungan kampus mampu menjamin keamanan serta kebebasan korban dalam melapor tanpa tekanan.

Sorotan semakin tajam setelah muncul pengakuan bahwa sempat ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan. Bahkan, opsi yang ditawarkan dinilai kontroversial.

Dekan Fakultas Agama Islam UNSIKA, Dr. H. Akil, M.Pd., mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menyarankan opsi pernikahan antara korban dan terduga pelaku.

"Sebagai orang tua, saya menyarankan agar diselesaikan secara baik-baik, bahkan sampai opsi menikah paling lambat 31 Juli 2026," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menuai kritik karena dinilai tidak sensitif terhadap korban dan berpotensi menormalisasi kekerasan seksual. Dalam perspektif perlindungan korban, pendekatan "kekeluargaan" justru berisiko menimbulkan tekanan psikologis dan menghambat akses keadilan.

Sementara itu, terduga pelaku berinisial A diketahui bukan dosen, melainkan Tenaga Harian Lepas (THL) di Fakultas Agama Islam. Ia mengakui adanya tindakan terhadap korban, meski mengklaim perbuatannya sebatas "rabaan" dan dilakukan atas dasar suka sama suka.

Pengakuan ini dinilai semakin memperkuat urgensi penanganan profesional, mengingat adanya kemungkinan relasi kuasa dalam lingkungan kampus yang dapat memengaruhi posisi korban.

Pihak kampus menyatakan telah mengambil langkah administratif dengan memindahkan A ke fakultas lain. Namun langkah tersebut dinilai belum menjawab tuntutan akuntabilitas dan keadilan substantif.

Kasus ini kini menjadi ujian bagi komitmen institusi pendidikan tinggi dalam menangani kekerasan seksual secara transparan, berpihak pada korban, serta sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku, bukan sekadar menjaga citra lembaga. (***)
Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Dandim Karawang Beberkan Capaian 100 Hari Kerja, Ketua AMKI Apresiasi Sinergi Pers dan TNI

SpillNews- Agustus 11, 2026 0
Dandim Karawang Beberkan Capaian 100 Hari Kerja, Ketua AMKI Apresiasi Sinergi Pers dan TNI
KARAWANG — Siapa nih yang suka parno kalau balik malam di Karawang gara-gara takut dapet 'kejutan' dari abang-abang begal? Calm down dulu, guys! Kodim…

Most Popular

Soal Videotron! Kadiskominfo Karawang Akui Dipanggil Kejari

Soal Videotron! Kadiskominfo Karawang Akui Dipanggil Kejari

Agustus 06, 2026
Kapolresta Mario Tancap Gas Lewat GAZZ, AMKI Karawang Kasih Apresiasi

Kapolresta Mario Tancap Gas Lewat GAZZ, AMKI Karawang Kasih Apresiasi

Agustus 05, 2026
Bocil TK IT Bintang Serasi Indah Tampil Gemes Maksimal, Kompaknya Nggak Main Sampai Borong Tropi Porseni

Bocil TK IT Bintang Serasi Indah Tampil Gemes Maksimal, Kompaknya Nggak Main Sampai Borong Tropi Porseni

April 29, 2026

Recent Comments

Editor Post

Dugaan Penggelapan Dana Koperasi, Eks Karyawan Pindodeli Mengadu ke Tim Hukum Jabar Istimewa Karawang

Dugaan Penggelapan Dana Koperasi, Eks Karyawan Pindodeli Mengadu ke Tim Hukum Jabar Istimewa Karawang

April 28, 2026
Kades Bengle Lia Amallia Fokus Tuntaskan Pelayanan Masyarakat dan Studi Doktoral

Kades Bengle Lia Amallia Fokus Tuntaskan Pelayanan Masyarakat dan Studi Doktoral

April 29, 2026
Bocil TK IT Bintang Serasi Indah Tampil Gemes Maksimal, Kompaknya Nggak Main Sampai Borong Tropi Porseni

Bocil TK IT Bintang Serasi Indah Tampil Gemes Maksimal, Kompaknya Nggak Main Sampai Borong Tropi Porseni

April 29, 2026

Popular Post

Soal Videotron! Kadiskominfo Karawang Akui Dipanggil Kejari

Soal Videotron! Kadiskominfo Karawang Akui Dipanggil Kejari

Agustus 06, 2026
Kapolresta Mario Tancap Gas Lewat GAZZ, AMKI Karawang Kasih Apresiasi

Kapolresta Mario Tancap Gas Lewat GAZZ, AMKI Karawang Kasih Apresiasi

Agustus 05, 2026
Bocil TK IT Bintang Serasi Indah Tampil Gemes Maksimal, Kompaknya Nggak Main Sampai Borong Tropi Porseni

Bocil TK IT Bintang Serasi Indah Tampil Gemes Maksimal, Kompaknya Nggak Main Sampai Borong Tropi Porseni

April 29, 2026

Populart Categoris

SpillNews

About Us

Di tengah banjir informasi yang serba cepat, SpillNews.id hadir dengan satu fokus utama: menyajikan berita terkini yang faktual, relevan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kami paham, publik hari ini butuh berita yang cepat tayang, tapi itu saja tidak cukup. Berita juga harus jelas sumbernya, kuat datanya, dan jujur narasinya. Karena itu, spill versi kami bukan gosip atau bocor-bocoran, melainkan mengungkap fakta berbasis kerja jurnalistik.

Follow Us

© Theme by Mustafid
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Redaksi
  • About Us