Headline
pendidikan
Regional
SMPN 5 Karawang Gelar TKA, Bukan Ujian Penentu Nasib Tapi Pemetaan Biar Siswa Gak Asal Lulus
KARAWANG - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 5 Karawang lagi jalan, tapi santai, ini bukan ujian yang bikin deg-degan soal kelulusan. Lebih ke "ngecek isi kepala" setelah 3 tahun belajar, ini merupakan pengejawantahan Permendikdasmen No.9 Tahun 2025.
Proktor TKA SMPN 5 Karawang, Soton menegaskan, arah kebijakan pendidikan sekarang memang fokus ke kualitas, bukan sekadar formalitas lulus.
"Pemetaan seperti ini penting, supaya kita tahu sejauh mana hasil pendidikan berjalan. Jadi bukan sekadar lulus-lulusan, tapi benar-benar ada kualitas yang bisa diukur," ujarnya, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, semua pihak harus melihat ini sebagai bahan evaluasi bersama, bukan tekanan buat siswa.
"Ini jadi dasar perbaikan ke depan, baik dari sisi sekolah maupun kebijakan. Jadi jangan dianggap beban," tambahnya.
Sementara itu, Wakasek Bidang Kurikulum SMPN 5 Karawang, Andi Sonjaya menjelaskan teknis pelaksanaan TKA yang lagi berlangsung di SMPN 5 Karawang.
"Jumlah siswa sekitar 437, pelaksanaan selama 8 hari, dari Senin sampai Kamis, hingga pekan berikutnya. Mata pelajaran yang diujikan hanya Matematika dan Bahasa Indonesia," jelas Andi.
Dari dua mata pelajaran yang diujikan tersebut terdiri dari 30 soal, dengan 70 persennya soal bersumber dari pusat dan 30 persen dari lokal. Kenapa cuma dua? Jawabannya straight to the point.
"Karena fokus pemerintah itu di literasi dan numerasi. Jadi kemampuan baca dan berhitung jadi prioritas utama," katanya.
Andi juga menegaskan, ini bukan penentu kelulusan.
"Kelulusan tetap ditentukan oleh sekolah masing-masing. Ini hanya pemetaan dari pemerintah pusat," tegasnya.
Soal teknis, TKA dibagi jadi beberapa sesi.
"Ada sesi latihan, inti soal, dan survei karakter. Jadi bukan cuma nilai, tapi juga melihat kebiasaan belajar dan minat baca siswa," ungkapnya.
Harapannya jelas, supaya gak ada lagi ketimpangan kualitas.
"Hasilnya nanti jadi bahan evaluasi pemerintah, supaya pendidikan lebih merata dan kualitas siswa meningkat," tutup Andi.
Intinya, TKA ini bukan buat nakut-nakutin, tapi buat 'nge-spill' kemampuan asli siswa, biar sistem pendidikan gak jalan di tempat. (***)
Via
Headline


Posting Komentar