Headline
Regional
Mau Gratisin Parkir RSUD Karawang Tapi Plot Twist-nya Malah Nyenggol Ijon Proyek dan Drama Take Down Berita
KARAWANG - Drama parkir RSUD Karawang ini fix bukan sekadar soal receh parkir, tapi sudah naik level jadi tontonan politik lokal yang bumbu-bumbunya makin rame. Pengamat dan Praktisi Hukum Asep Agustian SH. MH. turun gunung, ikut nimbrung di tengah gaduh usulan Anggota Komisi III DPRD Karawang, Mulyadi, yang usulin parkir digratisin.
Alih-alih kasih standing applause, Askun sapaan akrab Asep Agustian, malah banting setir, langsung nyolek Aparat Penegak Hukum (APH) buat comeback ngusut dugaan ijon proyek pokir para Anggota DPRD Karawang. Auto bikin suasana makin panas.
Pernyataan Askun ini keluar setelah dia dapet kabar ada anggota dewan yang diduga gak nyaman, sampai minta berita berjudul "Dari Pada Gratiskan Parkir RSUD, GMPI Tantang Potong Tunjangan Anggota DPRD" di-take down. Waduh, mulai masuk episode sensitif nih.
Disampaikan Askun, produk jurnalistik itu bukan konten yang bisa dihapus seenaknya kayak story 24 jam. Ada Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers yang ngelindungin. Jadi ya, gak bisa asal "hapus bang" terus beres.
Kalau ada yang gak terima? Santai, ada jalurnya. Hak jawab dulu, kalau masih belum puas baru lanjut gas ke Dewan Pers.
"Saya paham kalau sekarang para anggota dewan sedang kebakaran jenggot ketika disinggung mengenai tunjangan profesi mereka dalam berita tersebut. Makanya dia minta beritanya dihapus," ujar Askun, Minggu (5/4/2026).
"Tapi tidak serta merta produk jurnalistik bisa dihapus begitu saja. Kalau mau silahkan gunakan hak jawab atau lakukan gugatan sengketa ke Dewan Pers. Ini saya tanya anggota dewan ngerti gak tentang produk jurnalistik," timpal Askun.
Gak cuma parkir, Askun lempar isu ijon proyek, auto bikin suasana makin deg-degan
Belum cukup di situ, Askun juga sekalian spill dugaan yang bikin kening berkerut: ijon proyek pokir dewan. Menurut dia, ini bukan cerita baru, tapi kayak lagu lama yang terus diputar.
Katanya, pokir yang harusnya buat rakyat malah diduga belok arah jadi kepentingan pribadi dan kelompok. Bahkan dia berani ngomong frontal.
"Bila perlu saya bisa tunjuk hidung anggota dewan-nya siapa saja, dan mayoritas memang seperti itu. Minta ijon proyek pokir dewan, duit sudah dikasih tapi proyek gak ada. Bahkan kembali menjanjikan di anggaran perubahan," ungkap Ketua DPC PERADI Karawang tersebut.
Pesan keras: jangan baper, jangan anti kritik, media bukan musuh
Di tengah panasnya isu, Askun juga ngasih reminder yang cukup nyelekit: anggota dewan jangan baperan dan anti kritik. Karena media itu bukan lawan, tapi jembatan aspirasi.
Di era sekarang, masyarakat gak mungkin tiap hari demo ke gedung DPRD atau ikut RDP. Ya media lah yang jadi corong buat ngangkat suara biar kedengeran.
"Media massa atau wartawan itu punya aturan tersendiri. Dia punya aturan 'lex specialis' yang diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jika tidak setuju dengan pemberitaan, maka tinggal gunakan hak jawab atau lakukan gugatan sengketa ke Dewan Pers," kata Askun.
"Tidak perlu bersikap arogan dan mencoba mengintervensi independensi jurnalis dengan cara meminta berita dihapus atau di take down," tegas Askun.
Askun juga kasih warning mode on: PERADI bakal terus ngawasin kinerja dewan. Jadi kalau ada yang aneh-aneh, siap-siap kena sorot.
"Tercium sedikit, awas saja!, bisa-bisa kasus korupsi berjamaah Anggota DPRD Karawang bisa terulang kembali. Tunjangan dan pokir dewan akan kita sorot terus. Pokoknya Askun mah bakal gas terus," tandasnya.
Endingnya makin plot twist, usulan parkir katanya baru wacana tapi dramanya udah kemana-mana
Di sisi lain, gara-gara berita yang viral itu, ada anggota DPRD Karawang yang minta media buat ngehapus. Padahal sudah dikasih opsi elegan: pakai hak jawab atau klarifikasi ke narasumber (Sekretaris DPD GMPI Karawang, Angga De Raka).
Tapi instead, malah nyebut beritanya gak netral. Sementara soal parkir gratis itu sendiri, disebut masih sebatas usulan, belum jadi keputusan final.
Jadi ya, dari yang awalnya cuma bahas parkir, sekarang melebar jadi paket lengkap: dari tunjangan, ijon proyek, sampai drama hapus berita. Netizen? Tinggal nunggu episode selanjutnya. (***)
Via
Headline

Posting Komentar