Pengamat Nilai Aep-Maslani Masih On The Track, Janji Politik Belum Saatnya Dilupakan
KARAWANG - Setahun memimpin Karawang, duet Bupati dan Wakil Bupati H. Aep Syaepuloh & H. Maslani mulai jadi sorotan. Tak hanya dari kalangan pemuda, pengamat kebijakan publik sekaligus praktisi hukum Asep Agustian, SH. MH. ikut angkat suara.
Askun sapaannya, menilai kecil kemungkinan Aep-Maslani melupakan janji politik Pilkada. Menurutnya, janji tersebut sudah terkunci dalam tagline Karawang Maju dan tertuang dalam visi-misi RPJMD, ditopang soliditas partai koalisi pengusung.
"Meskipun saya bukan pendukung Aep-Maslani di Pilkada, tapi dalam hal bicara tagline 'Karawang Maju', kita harus bicara jujur dan objektif. Menurut saya satu tahun pemerintahan Aep-Maslani masih on the track," ujar Askun, Selasa (3/2/2026).
Menyoal janji buku paket dan LKS gratis untuk sekolah negeri yang ramai dipersoalkan netizen, Askun mengakui isu tersebut memang menguat. Namun, ia meyakini janji itu bukan ditinggalkan, melainkan belum bisa direalisasikan.
Askun menilai program tersebut kemungkinan masih di-pending akibat pemangkasan Transfer Kas Daerah (TKD) Karawang yang mencapai lebih dari Rp700 miliar, sehingga Pemkab harus menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
Di sisi lain, fokus pembangunan pendidikan saat ini dinilai masih diarahkan pada infrastruktur, mulai dari ruang kelas baru hingga peremajaan gedung sekolah.
"Kalau saya sih melihatnya seperti itu. Kan bisa dilihat sendiri, selain infrastruktur jalan yang sudah bagus-bagus, gedung-gedung sekolah yang menjadi kewenangan daerah juga mulai banyak yang dilakukan peremajaan oleh pemerintahan Aep-Maslani," katanya.
Di akhir, Askun menilai usia pemerintahan Aep-Maslani masih 'seumur jagung' dan masyarakat diminta bersabar sembari tetap mengawasi.
"Kalau saya pribadi sih berpikir positif saja ya!. Artinya, selama pemerintahan hari ini on the track, maka disitulah masyarakat harus bersabar," tandas Askun, seraya menegaskan bahwa kepemimpinan Aep-Maslani bukan tipe yang anti kritik. (***)

Posting Komentar