Headline
Regional
Polresta Karawang dan Brimob Makin Solid, Dua Komandan Satu Angkatan Akpol 2004
KARAWANG — Dua komandan satu angkatan ternyata bukan cuma modal nostalgia masa pendidikan. Ketika sama-sama bertugas di Karawang, chemistry alumni Akpol 2004 justru bisa berubah menjadi modal sinergitas di lapangan.
Polresta Karawang bersama jajaran Brimob memperkuat komunikasi dan koordinasi melalui silaturahmi bersama Resimen IV Pasukan Pelopor dan Batalyon C Resimen IV Pasukan Pelopor Karawang.
Bukan sekadar agenda salaman, ngobrol, lalu foto bersama. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas kesatuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Karawang.
Kapolresta Karawang, Kombes Pol Mario Prahatinto melalui Kasi Humas, IPDA Cep Wildan menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Terlebih, kedua pejabat pemegang tongkat komando tersebut diketahui merupakan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2004 dan satu angkatan.
"Sehingga kedekatan sebagai sesama alumni diharapkan semakin memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergitas dalam menjalankan tugas," ujar Cep Wildan usai kegiatan yang dilaksanakan di Aula Batalyon C Resimen IV Pasukan Pelopor Karawang, Jumat (7/8/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Resimen IV Pasukan Pelopor Kombes Pol Budi Prasetya, Komandan Batalyon C Resimen IV Pasukan Pelopor Kompol Sutarto, Wakapolresta Karawang Kompol Andriyanto, Danki Brimob Resimen IV Pasukan Pelopor AKP Ojan Prabowo, Kapolsek Ciampel IPTU Reynal Dimas Oki Pratama, Kanit Reskrim Polsek Ciampel IPDA Enkus Kusmayadi, serta jajaran PJU Polresta Karawang.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dengan baik. Kesamaan latar belakang sebagai alumni Akpol 2004 menjadi salah satu modal untuk membangun komunikasi lebih erat.
Namun, sinergitas bukan sekadar perkara satu almamater, satu angkatan, lalu auto satu frekuensi. Lebih dari itu, komunikasi tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Satu angkatan boleh dekat, tetapi profesionalitas tetap jadi harga mati. Dukungan personel serta back up dalam pelaksanaan tugas di lapangan juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi antarkesatuan dalam menghadapi berbagai dinamika kamtibmas.
Sebab di lapangan, situasi tidak selalu datang dengan aba-aba, tidak selalu mengikuti rundown, dan jelas tidak selalu punya waktu untuk menunggu koordinasi selesai. Ketika kondisi membutuhkan kehadiran dan kekuatan personel secara bersama-sama, sinergitas lintas kesatuan menjadi bagian penting dalam merespons situasi secara cepat dan terukur.
Kedua pihak berkomitmen untuk terus menjaga soliditas dan meningkatkan koordinasi, khususnya dalam menghadapi situasi yang membutuhkan dukungan bersama.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemberian cenderamata, foto bersama, dan penutup. Pada akhirnya, pertemuan ini bukan cuma soal reuni Akpol 2004 rasa Karawang.
Ada pesan yang jauh lebih penting: ketika komunikasi antarkesatuan terbangun dengan baik, koordinasi menjadi lebih cair, kolaborasi semakin kuat, dan pelaksanaan tugas pun bisa lebih solid.
Beda kesatuan bukan berarti beda tujuan. Satu angkatan jadi bonus, sinergitas tetap fokus utama. Karena menjaga kamtibmas bukan kerja satu institusi sendirian. Kalau bisa kompak, kenapa harus ribet. Kalau bisa sinergi, kenapa harus sendiri. (***)
Via
Headline



Posting Komentar