Headline
Regional
Mahasiswa FAI UNSIKA Geruduk Kampus, Push Kasus Internal Selesai Netral Tanpa Ditumpangi Eksternal
KARAWANG — Area Gedung Rektorat Opon Sopandji Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) mendadak memanas usai puluhan massa mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) turun aksi solidaritas mengawal kasus dugaan pemukulan dan perundungan internal, sekaligus menepis berbagai narasi liar yang terlanjur di-spin dan membakar opini publik di media sosial.
Aksi pengawalan ini ditegaskan oleh perwakilan mahasiswa FAI, Ariel, sebagai komitmen menjaga integritas kampus sesuai Peraturan Rektor tentang Kemahasiswaan.
Pihaknya mewanti-wanti agar penanganan kasus murni diselesaikan di internal FAI tanpa terkontaminasi atau ditumpangi kepentingan organisasi eksternal. Ariel secara tegas menepis tuduhan kalau massa aksi punya bias ke salah satu kubu, melainkan murni menuntut proses verifikasi fakta berjalan netral, adil, dan transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Ariel juga men-spill sorotan mahasiswa terkait framing pengeroyokan massa di media sosial yang dinilai terlalu berlebihan dan menjurus ke tuduhan fitnah. Menurutnya, pergerakan mahasiswa FAI dilakukan secara damai buat meluruskan benang kusut supaya tidak ada pihak yang jadi korban framing.
Lebih lanjut, Ariel menegaskan FAI siap mengawal proses pemeriksaan sampai tuntas dan mendesak kampus memfasilitasi saksi kunci yang benar-benar ada di TKP agar kronologi tidak dipelintir.
"Kami hadir untuk mengawal agar kasus ini diselesaikan secara internal kampus sesuai aturan, tanpa ada campur tangan eksternal yang bisa membuat masalah terkontaminasi kepentingan kelompok tertentu," tegas Ariel saat memberikan keterangan usai turun aksi di lokasi, Kamis (1/10/2026).
Di sisi lain, jajaran kampus yang menemui massa bersama Dekan FAI ikut buka suara meluruskan miscommunication soal jadwal pemeriksaan yang sempat memicu penumpukan massa di lapangan. Pihak kampus menegaskan posisi mereka tetap netral dan tidak main mata dengan pihak manapun.
"Hanya saja, kenapa si korban datang agak telat? Jadi ketemu dengan jam pelaku. Harus nya korban datang jam 10, pelaku datang jam 1," beber perwakilan kampus langsung di hadapan massa.
Pihak kampus memastikan seluruh berkas dan proses penanganan kasus kini diserahkan sepenuhnya kepada Satgas Internal UNSIKA demi menjaga kerahasiaan, objektivitas, serta kenyamanan pemeriksaan kedua belah pihak. (***)
Via
Headline

Posting Komentar