Headline
Regional
GP Ansor Karawang Ikut Bersuara, Minta Dugaan Pesta LGBT Diusut Tuntas dan Kos-kosan Dirazia
KARAWANG - Ramainya dugaan pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam di Kabupaten Karawang terus memantik reaksi berbagai elemen masyarakat. Kali ini, GP Ansor Kabupaten Karawang ikut angkat bicara dan mendesak pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kebenaran informasi yang beredar.
Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Karawang, Abdul Hakim, mengatakan pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Karawang tidak menutup mata terhadap keresahan yang berkembang di tengah masyarakat.
"Kalau memang benar terjadi, maka harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Jangan sampai ada pembiaran terhadap aktivitas yang menimbulkan kegaduhan dan keresahan publik," ujar Abdul Hakim, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, polemik ini tidak cukup hanya berhenti pada penutupan lokasi atau viralnya video di media sosial. Pemerintah dan aparat terkait perlu melakukan penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan fakta yang sebenarnya terjadi.
Tak hanya itu, GP Ansor juga mendorong adanya pengawasan lebih ketat terhadap sejumlah tempat yang dinilai rawan disalahgunakan untuk aktivitas yang melanggar aturan maupun norma yang berlaku di masyarakat.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah peningkatan razia dan pendataan terhadap rumah kos serta tempat-tempat yang berpotensi digunakan untuk kegiatan ilegal.
"Kami meminta ada pengawasan yang lebih serius, termasuk terhadap kos-kosan yang selama ini minim pengawasan. Semua tentu harus dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku," tegasnya.
Abdul Hakim menegaskan, sebagai organisasi kepemudaan Islam, GP Ansor memiliki hak untuk menyampaikan dakwah dan pandangan keagamaan terkait perilaku seks sesama jenis yang dalam ajaran Islam dinilai sebagai perbuatan terlarang.
"GP Ansor bersama umat Islam tentu memiliki kewajiban menyampaikan dakwah dan edukasi kepada masyarakat. Namun semuanya dilakukan secara santun, konstitusional, dan tidak bertentangan dengan hukum," katanya.
Di tengah ramainya perdebatan publik, GP Ansor mengajak masyarakat untuk tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Organisasi tersebut meminta seluruh pihak menunggu hasil penyelidikan aparat agar persoalan ini dapat diselesaikan berdasarkan fakta, bukan sekadar asumsi yang beredar di media sosial.
"Yang paling penting sekarang adalah penegakan aturan, penguatan pembinaan masyarakat, dan menjaga Karawang tetap kondusif," pungkasnya. (***)
Via
Headline

Posting Komentar