Headline
Hukum
Regional
Serdik Sespimmen 66 Edukasi Kejahatan Digital, Warga Diajak Melek Biar Gak Jadi Korban Modus Online
CIMAHI - Ancaman kejahatan digital makin brutal, Polri gak mau tinggal diam. Tiga peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Dikreg ke-66 Tahun 2026 langsung turun ke lapangan, nyamperin masyarakat, gelar sosialisasi kamtibmas bertema "Antisipasi Kejahatan Digital" di Aula Polsek Lembang, wilayah hukum Polres Cimahi.
Ini bukan sekadar formalitas pendidikan doang, tapi aksi nyata calon petinggi Polri buat ngegas lawan tantangan zaman. Tiga Serdik yang turun langsung, yakni Rizky Adi Saputro, Agung Yudiawan, dan Sebastian Saragih, tampil jadi narasumber, ngebongkar habis pola kejahatan digital yang lagi rame, mulai dari penipuan online, phishing, sampai penyalahgunaan data pribadi.
Dengan gaya dialogis yang gak kaku, kegiatan ini diisi pemaparan materi yang to the point, diskusi interaktif, sampai sesi tanya jawab yang bikin warga bebas curhat soal masalah digital mereka. Masyarakat Kecamatan Lembang pun keliatan antusias, aktif nanya ini-itu, kode keras kalau literasi keamanan siber di akar rumput emang lagi dibutuhin banget.
Para Serdik juga ngegas ngingetin, kejahatan digital itu bukan lagi cerita jauh di awang-awang, tapi realita yang bisa nyamber siapa aja. Makanya, kesadaran, kewaspadaan, dan skill digital jadi tameng utama biar gak gampang kena jebakan.
Kegiatan ini juga jadi bukti kalau Polri gak cuma hadir pas ada masalah hukum, tapi juga jadi garda depan edukasi dan perlindungan masyarakat di era digital. Kolaborasi antara aparat dan warga disebut jadi kunci buat ngecilin ruang gerak pelaku kejahatan siber.
Lewat sosialisasi ini, Polri ngajak semua elemen masyarakat buat lebih cerdas, kritis, dan waspada saat berselancar di dunia digital. Karena di tengah derasnya arus teknologi, benteng terbaik itu ya kewaspadaan kolektif, kalau lengah dikit, siap-siap aja jadi target. (***)
Via
Headline


Posting Komentar