Headline
Regional
Dunia Pers Berduka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat
JAKARTA - Kabar duka lagi-lagi bikin timeline pers Indonesia mendadak sendu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Almarhum wafat akibat serangan jantung.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting, almarhum sempat menghadiri acara Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Jumat (17/4/206) malam di Kampus LSPR, Jakarta.
Setelah kegiatan tersebut, Zulmansyah bersama sejumlah pengurus PWI lainnya melanjutkan makan malam di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.
Sekitar pukul 21.00 WIB, ia tiba-tiba mengalami anfal dengan keluhan sesak dada hebat, lemas, hingga muntah-muntah. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Berdasarkan diagnosis dokter, almarhum mengalami serangan jantung, sejalan dengan riwayat penyakit jantung yang dimilikinya.
Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lanjutan. Namun, di tengah upaya medis tersebut, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB.
Sosok Aktivis Organisasi yang Tangguh
Kepergian Zulmansyah Sekedang jelas bukan kehilangan biasa. Di internal Persatuan Wartawan Indonesia, almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, riang, tapi kalau urusan organisasi: totalitas no debat.
Track record-nya juga bukan kaleng-kaleng:
- Ketua PWI Provinsi Riau dua periode (2017–2022 dan 2022–2027)
- Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat hasil Kongres ke-24 di Bandung tahun 2023
- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat di masa transisi
- Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB)
- Sekretaris Jenderal PWI Pusat hasil Kongres Persatuan 29–30 Agustus 2025 di Cikarang
Dalam dinamika organisasi, almarhum dikenal sebagai figur pemersatu yang berperan penting dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI Pusat lewat Kongres Persatuan. Istilahnya, kalau organisasi lagi "panas", beliau yang turun jadi pendingin.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan duka mendalam atas kepergian sahabatnya itu.
"Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Keluarga besar PWI pun memohon doa dari seluruh pengurus dan anggota, insan pers, serta masyarakat luas. Dunia jurnalistik kehilangan satu sosok yang selama ini bukan cuma kerja di balik meja, tapi juga turun langsung merapikan "benang kusut" organisasi sampai beres. (***)
Via
Headline

Posting Komentar