Headline
Regional
Bank BJB Karawang Diduga Persulit Data Pinjaman, OJK Diminta Turun Tangan
KARAWANG - Isu pelayanan Bank BJB di Karawang kembali jadi sorotan. Kali ini, ahli waris nasabah berinisial RE mengaku mengalami kendala saat mengajukan permintaan data pinjaman atas nama almarhum ayahnya, ES.
Menurut RE, akses terhadap rincian pinjaman, mulai dari sisa kewajiban, bunga, hingga histori pembayaran, tidak mudah diperoleh dan harus melalui proses berulang.
Ketua DPC Peradi Kabupaten Karawang, Asep Agustian, turut menanggapi dan menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menilai, sebagai bank dengan kepemilikan mayoritas pemerintah daerah, komitmen pelayanan prima perlu benar-benar dirasakan oleh nasabah.
"Slogan itu hebat, tapi saya pertanyakan, pelayanan primanya dimana? Ada juga bintang film Bary Prima. Tapi kan faktualnya kalau dari sumber berita sebelumnya ada keluhan dari ahli waris nasabah ketika meminta informasi data dan informasi atas pinjaman almarhum ayahnya, sulit didapatkan," ujar Askun (Asep Kuncir).
Ia juga mempertanyakan respons pihak bank yang dinilai baru muncul setelah adanya perhatian publik.
"Apakah ketika sudah terendus oleh media maka pihak Bank BJB baru bereaksi, sama seperti kasus dahulu ada yang setor uang tengah malam atau dinihari ke Bank BJB. Jadi pelayanan primanya untuk siapa? Jadi kan sudah dipilah dan diskriminatif pelayanannya," katanya.
Atas hal tersebut, ia mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan.
"Kalau dibiarkan seperti ini terus, nanti lama-lama masyarakat menarik uang yang disimpannya di Bank BJB untuk dipindahkan ke bank lain karena pelayanannya sudah tidak prima, tidak punya komitmen sesuai slogan," ucapnya.
Ia juga menyinggung adanya dugaan terkait pengelolaan aset dan skema kredit yang perlu mendapat kejelasan.
"Mereka berdalih pakai aturan, pertanyaannya aturan mana yang mereka pakai. Masyarakat mau bayar saja dipersulit setengah mati. Bank BJB ini maunya apa sih? Mau merugikan nasabah atau mau cari panggung atau sensasi. Wajar bila ada nasabah yang meminta bantuan kepada media," tegasnya.
"Petinggi Bank BJB Cabang Karawang agar diperiksa oleh OJK, kenapa selalu ada permasalahan di bank tersebut. Saya bukan mau mengotori atas kejadian ini, karena kejadian (buruk) ini sudah dua kali dilakukan, dahalu soal terima setoran (titipan) di tengah malam, sekarang ada lagi kasus seperti ini, meminta sebatas data saja dipersulit. Data diberikan baru setelah ada permintaan audiensi dari media, jadi sudah salah kaprah," sambungnya.
Askun menilai, peristiwa ini dapat menjadi perhatian bagi masyarakat untuk lebih cermat dalam bertransaksi di sektor perbankan.
"Kasus dialami nasabah almarhum ES harus dijadikan cermin,cerminnya bukan cermin bagus tapi cermin tidak bagus," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas layanan agar kepercayaan publik tetap terjaga.
"Saya pikir kepada para pejabat Pemkab Karawang, apakah mau berdiam diri ketika melihat nasabah yang notabenenya masyarakat Karawang diperlakukan seperti itu? Tarik tuh semua duitnya (Kas APBD) pindahkan ke bank lain," pungkasnya. (***)
Via
Headline

Posting Komentar