Headline
Regional
Kemandirian Sosial Desa Bengle, Bedah 'Dasomas' Inovasi Dana Infak Buat Penyakit Kronis
KARAWANG - Desa Bengle lagi-lagi bikin gerakan yang nggak kaleng-kaleng. Lewat program Dasomas (Dana Sosial Masyarakat), warga kompak bikin "safety net" sendiri buat bantu sesama yang lagi dihantam penyakit kronis.
Program yang udah jalan sejak 2017 ini jadi bukti kalau solidaritas nggak harus nunggu bantuan gede, yang penting gerak. Dasomas hadir buat nutup celah bantuan formal yang kadang belum nyentuh semua warga.
Kaur Kesra Desa Bengle, Karna, bilang kalau Dasomas ini lahir dari aspirasi warga dan mulai digagas di era kepemimpinan Kepala Desa Lia Amallia, S.Pd., M.Pd. Sampai sekarang, programnya masih jalan konsisten dan terus bantu warga yang butuh.
"Dasomas ini mengenai penanganan atau membantu warga dengan penyakit yang luar biasa. Salah satu yang memang sekarang sedang dibantu itu seperti penderita kanker, ODGJ, tumor, dan penyakit berat lainnya," ujar Karna, Rabu (29/4/2026).
Yang bikin program ini beda, nggak ada cerita iuran wajib yang bikin warga keberatan. Semua berbasis infak sukarela, dari warga, oleh warga, buat warga.
"Sifatnya infak, jadi setiap RT mengikuti infak perwilayahan. Ada yang memberi 50 ribu hingga 100 ribu rupiah, sifatnya relatif dan tidak menjadi iuran wajib. Kesadaran Dasomas ini bukan asuransi, tapi lembaga sosial untuk membantu," tegasnya.
Walau nominalnya kelihatan "receh", dampaknya nggak main-main. Dari kebersamaan itu, bantuan buat warga dengan penyakit berat bisa terus mengalir.
Menariknya, Dasomas juga punya program lain untuk yatim dan lansia. Meski namanya sama, pengelolaannya dipisah biar lebih fokus dan transparan.
"Untuk yatim ada lagi, namun namanya tetap Dasomas (Dasomas Yatim dan Lansia). Namun, secara organisasi berbeda. Jajaran pengurus dan teknis pekerjaannya juga berbeda," tambah Karna.
Menurutnya, keberhasilan Dasomas nggak lepas dari tingginya kesadaran warga Desa Bengle dalam mendukung program sosial.
"Alhamdulillah, tingkat kesadaran warga Bengle memang berawal dari visi misi 'Mandiri Bengle Sejahtera'. Artinya, ketika kemandirian itu bisa dibentuk oleh pemerintah dan diikuti dengan baik oleh warga, insyaallah kesejahteraan itu akan terwujud," pungkasnya.
Di Desa Bengle, solidaritas bukan sekadar slogan. Ini gerakan nyata, pelan tapi pasti, kecil tapi berdampak besar. (***)
Via
Headline

Posting Komentar