Headline
Regional
Pesantren Kilat Masjid Nurul Huda Closing Ceremony, HES Tebar Santunan Buat Yatim dan Dhuafa
KARAWANG - Ramadhan belum kelar, tapi kegiatan santri cilik di Masjid Jami Nurul Huda—Rawabagi resmi closing ceremony. Yang datang langsung buat nutup acara bukan orang sembarangan, tapi Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I. SH. MH.
Agenda penutupan Pesantren Kilat Ramadhan itu digelar di Masjid Jami Nurul Huda—Rawabagi, Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Sabtu (14/3/2026).
Acara juga dihadiri Lurah Palumbonsari, Indra Sudrajat, bareng pengurus DKM dan warga sekitar yang ikut meramaikan suasana. Yang bikin gemes, di sesi penutupan ada penampilan hafalan surat-surat pendek dari bocah usia 7 tahun, lulusan Pondok Pesantren Tarbiyatul Wildan—Rawamerta. Santri kecil, hafalan udah jalan.
Pesantren kilat ini sendiri bukan acara dadakan. Kegiatan pembinaan keagamaan buat anak-anak ini sudah berjalan 21 hari full selama Ramadhan, sebelum akhirnya resmi ditutup hari ini.
Pesertanya juga lumayan rame. Sekitar 70 anak, mulai dari usia PAUD sampai kelas dua SD ikut meramaikan program ini.
Selama ikut pesantren kilat, mereka digembleng mulai dari belajar baca tulis Al-Qur’an, praktik ibadah harian, sampai pembiasaan akhlak. Pokoknya paket komplit buat santri cilik Ramadhan.
Nah, bukan cuma nutup acara. Politisi Partai Gerindra yang akrab disapa HES itu juga sekalian menyerahkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Ramadhan vibes-nya dapet, kepedulian sosialnya juga jalan.
Dalam sambutannya, HES mengapresiasi panitia, pengurus DKM dan masyarakat yang konsisten bikin pesantren kilat tiap Ramadhan.
"Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan oleh banyak masjid lainnya. Pesantren kilat ini adalah upaya selama bulan puasa untuk memberikan ilmu dan pengetahuan kepada anak-anak sebagai masa depan kita," ujarnya.
Menurutnya, pembinaan agama sejak kecil penting banget supaya anak-anak terbiasa dekat dengan masjid.
"Peserta yang ikut sekitar 70 orang dari usia lima sampai sembilan tahun. Harapannya mereka terbiasa berada dekat dengan masjid dan mencintai Al-Qur'an sejak kecil," katanya.
HES juga berpesan agar kegiatan pesantren kilat ini terus dikembangkan ke depan, apalagi di lingkungan perumahan sekitar dua RW di kawasan masjid.
"Saya sudah berpesan kepada panitia dan pengurus DKM untuk terus mendekati warga agar mereka percaya dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini selama Ramadhan," tutupnya. (***)
Via
Headline


Posting Komentar