Ikan Ramai di Hiasan Imlek, Simbol Doa Kelimpahan di Tahun Kuda Api
CIREBON - Imlek 2577 Kongzili tinggal hitungan hari. Tepat pada 17 Februari 2026, warga Tionghoa akan menyambut Tahun Baru Imlek. Tapi suasana perayaan Imlek sudah lebih dulu terasa seperti di mall, restoran, hotel, hingga rumah-rumah warga degan ornamen warna merah menyala.
Imlek tahun ini punya satu tren yang cukup mencolok. Selain simbol kuda sebagai penanda tahun Kuda Api, hiasan ikan justru tampil dominan. Gantungan ikan, ornamen ikan, sampai dekorasi besar bermotif ikan terlihat hampir di setiap sudut dekorasi Imlek.
Bagi masyarakat Tionghoa, ikan bukan sekadar pemanis ruangan. Ikan adalah simbol keberuntungan dan kelimpahan. Dalam bahasa Mandarin, ikan (é±¼/yú) memiliki bunyi yang sama dengan kata bermakna kelimpahan, sehingga melahirkan ungkapan “Niannian Youyu” atau harapan agar rezeki selalu berlebih setiap tahun.
Karena makna itulah, ikan selalu hadir saat Imlek, baik sebagai sajian di meja sembahyang maupun di meja makan keluarga. Tradisi ini menjadi simbol doa agar kehidupan di tahun yang baru tidak seret, terutama soal rezeki.
Budayawan Tionghoa, Jeremy Huang Wijaya, menyebut maraknya simbol ikan di Imlek tahun ini tak lepas dari kondisi global yang sedang penuh tekanan.
"Ikan dalam tradisi Imlek itu bukan sekadar hiasan. Ini simbol harapan agar rezeki tetap mengalir dan kehidupan selalu berkelimpahan setiap tahun," ujar Jeremy, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, masuknya tahun Kuda Api membuat makna simbol ikan semakin relevan. Elemen api dipercaya membawa energi panas yang besar, baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, hingga alam.
"Tahun Kuda Api identik dengan energi panas. Bisa memicu semangat, tapi juga bisa memicu ketidakpastian. Simbol ikan diharapkan bisa menyeimbangkan energi tersebut," jelasnya.
Di tengah resesi ekonomi global, kenaikan harga, serta ketidakpastian usaha, simbol ikan menjadi representasi harapan masyarakat agar kondisi hidup tetap stabil.
Selain ikan, banyak warga juga menghiasi rumah dengan tanaman hijau. Unsur kayu dipercaya mampu menciptakan kesejukan dan kenyamanan, sekaligus meredam dominasi elemen api di tahun ini.
Di balik dekorasi Imlek yang terlihat estetik dan ramai, tersimpan doa yang sederhana namun dalam: hidup lebih adem, rezeki tetap jalan, dan tahun Kuda Api bisa dilalui tanpa drama berlebihan. (***)

Posting Komentar