Headline
pendidikan
Regional
Humas UNSIKA Disemprot Mantan Asda Karawang, Saleh Effendi Minta Evaluasi Total
KARAWANG - Fix ini bukan kritik kaleng-kaleng. Manajemen Humas di Universitas Singaperbangsa Karawang alias UNSIKA lagi kena semprot level maksimal dari mantan Asda I Karawang, Saleh Effendi. Bukan bisik-bisik lorong kampus, ini pernyataan terbuka ke publik.
Menurut Saleh, kampus yang harusnya jadi "kawah candradimuka" calon intelektual malah dikelola oknum yang dinilai nggak mencerminkan nilai akademik dan profesionalisme. Bahasa halusnya kritik. Bahasa jujurnya, komunikasi publiknya dinilai amburadul.
Dalam pernyataan terbuka, Saleh nggak muter-muter. Ia menyebut sikap Oknum Pejabat Humas UNSIKA arogan dan kurang berpendidikan.
"Kampus adalah tempat menggembleng calon intelektual yang punya kapasitas keilmuan. Seluruh civitas akademika UNSIKA seharusnya terdiri dari individu terpilih yang terdidik namun kenyataan di lapangan menunjukkan manajemen komunikasi publik yang jauh dari standar itu," tegasnya.
Zaman sudah digital, bro. Transparansi itu bukan bonus, tapi kewajiban. Saleh juga ngingetin soal pentingnya jaringan komunikasi dan teknologi informasi. Jangan sampai kampus besar tapi cara komunikasi masih mode defensif.
"Seorang filsuf pernah mengatakan: kunci sukses adalah siapa yang menguasai jaringan komunikasi dan teknologi informasi. Oleh karena itu, tidak bijak meremehkan peran media dan jurnalis apalagi seolah menghina profesi tersebut," papar Saleh.
Nah, ini yang jadi sorotan. Menurutnya, humas itu harus jadi jembatan, bukan tembok. Kalau sampai ada kesan meremehkan jurnalis, itu bukan cuma blunder kecil, tapi bisa jadi bom waktu reputasi.
Saleh bahkan minta evaluasi total. Bukan tambal sulam, bukan sekadar klarifikasi tipis-tipis.
"Sebaiknya evaluasi dilakukan, bahkan jika perlu diganti dengan pegawai yang berwibawa, berpengalaman, dan mampu bekerja profesional. Bukan hanya berdasarkan status kepegawaian, apalagi sekedar PPPK yang baru belajar bekerja," tambahnya.
Pesannya jelas, kampus itu soal kapasitas, integritas, dan rekam jejak. Status doang nggak cukup kalau cara komunikasi bikin gaduh.
Ia juga mengingatkan peran media dalam demokrasi dan pendidikan tinggi bukan buat dijadikan musuh.
"Media dan jurnalis berperan sebagai kontrol dalam sistem demokrasi dan pendidikan tinggi. Menganggap kecil peran mereka adalah salah kaprah besar, dan ini berpotensi mencederai citra institusi," tegasnya.
Sekarang publik nonton. UNSIKA mau evaluasi total atau pilih klarifikasi dan permohonan maaf? Karena di era sekarang, reputasi itu bukan cuma soal ranking, tapi juga soal cara bersikap. (***)
Via
Headline

Posting Komentar