Jalan Pantura Karawang Berlubang Parah, Pengendara Deg-degan Kayak Main Game Trap
KARAWANG - Jalan Pantura Karawang sekarang vibes-nya sudah bukan jalur nasional, tapi arena uji nyali level hard. Lubang besar di mana-mana, tambalan aspal naik-turun kayak odong-odong, ditambah genangan air kalau hujan. Pengendara pun dipaksa fokus maksimal, karena salah ambil jalur dikit saja bisa langsung "kena trap".
Pantauan di lapangan, kondisi jalan rusak tampak hampir merata di sepanjang Pantura Karawang, mulai dari Lingkar Tanjungpura sampai Cikalong, perbatasan Karawang-Subang. Lubang jalan dengan kedalaman sekitar 5 hingga belasan sentimeter tersebar tanpa aba-aba. Mau lurus salah, mau belok ragu, ujung-ujungnya deg-degan.
Kalau hujan turun, sensasinya naik level. Lubang tertutup air berubah jadi jebakan tak kasat mata. Pengendara roda dua jadi paling rawan, karena baru sadar ada lubang setelah roda nyemplung. Tak jarang beberapa pengendara terlihat oleng, ngerem mendadak, bahkan nyaris jatuh demi menghindari "kejutan" aspal.
Maulana, pengemudi taksi online yang hampir tiap hari melintas di jalur Pantura Karawang, mengaku kondisi jalan ini bikin kerjaan makin tegang. Fokusnya bukan cuma ke penumpang atau aplikasi, tapi juga ke lubang-lubang yang muncul tiba-tiba.
"Lewat Pantura sekarang tuh rasanya kayak main game trap. Harus hafal map, salah langkah dikit bisa kena. Apalagi malam atau hujan, lubangnya dah kayak ninja, tiba-tiba muncul," ujar Maulana, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, jalan rusak bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga keselamatan. Ia kerap melihat pengendara motor kaget, banting setir mendadak, bahkan berhenti tiba-tiba karena panik menghindari lubang.
"Sering lihat motor oleng gara-gara ngindarin lubang. Kalau lagi rame, itu rawan banget," tambahnya.
Masalah lain datang dari tambalan aspal yang tak rata. Bukannya bikin mulus, tambalan justru berubah jadi gundukan yang bikin kendaraan limbung. Buat pengendara motor, ini bukan sekadar guncangan, tapi ancaman jatuh.
Kondisi Jalan Pantura Karawang ini makin disorot karena jalur tersebut jadi urat nadi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi, terlebih menjelang arus mudik Lebaran.
"Buat kami yang hidup di jalan ataupun pengguna jalan, berharap jalan diperbaiki nggak cuma sebatas tambal sulam, tapi benar-benar dibenahi sebelum rame gegara makan korban jiwa," tandasnya.
Pantura Karawang boleh jalur nasional, tapi rasanya sudah kayak lintasan game trap versi dunia nyata. Bedanya, ini bukan soal kalah lalu restart, tapi soal selamat sampai tujuan. (***)

Posting Komentar