Buah Imlek di Meja Sembahyang, Bukan Pajangan Tapi Doa yang Manis
CIREBON - Nggak kerasa, 2026 sudah jalan sebulan. Dua minggu lagi, umat Tionghoa bersiap menyambut Tahun Baru Imlek. Seperti biasa, pasar dan supermarket mulai "merah-oranye" oleh jeruk Mandarin, jeruk Santang, hingga jeruk Ponkam yang khas jadi langganan Imlek. Buah-buahan ini bukan sekadar hiasan, tapi punya makna mendalam yang nggak main-main.
Dalam tradisi Imlek, meja sembahyang idealnya diisi lima jenis buah yang melambangkan lima elemen kehidupan. Jadi bukan asal taruh buah yang lagi diskon ya, ini ada filosofinya.
Budayawan Tionghoa, Jeremy Huang Wijaya, menjelaskan setiap warna buah mewakili unsur kehidupan yang saling melengkapi.
"Buah-buahan di meja sembahyang itu simbol doa. Harapan hidup seimbang, rejeki lancar, keluarga rukun," ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Buah berwarna putih melambangkan air atau udara, seperti duku, kelengkeng, dan melon. Buah kuning atau oranye melambangkan logam, diwakili jeruk dan pisang. Buah hijau melambangkan kayu, seperti semangka, pir ponkam, dan alpukat. Buah coklat melambangkan tanah, di antaranya salak, rambutan, manggis, kiwi, pir bosc, kurma, markisa, kelapa, plum, hingga melon cantaloupe. Sementara buah merah melambangkan api, seperti anggur merah, apel Washington, dan buah naga merah.
Setiap buah juga punya makna spesifik. Kelengkeng dan duku mengandung harapan agar keluarga diberkahi banyak keturunan. Jeruk melambangkan rejeki, kemakmuran, sekaligus keutuhan keluarga karena bentuknya bulat. Warna jeruk yang cerah dipercaya sebagai simbol kelimpahan dan kesempurnaan.
"Manggis itu doa keseimbangan hidup, semangka doa keharmonisan," jelas Jeremy.
Sementara apel punya makna khusus. Dalam bahasa Mandarin, apel disebut ping guo, bunyinya mirip ping an yang berarti keselamatan. Makanya apel hampir selalu hadir di malam Imlek.
Di balik tampilan meja sembahyang yang cantik dan Instagramable, tersimpan harapan sederhana tapi dalam. Tahun baru, hidup baru, doa baru, disampaikan lewat buah-buahan yang kelihatannya biasa aja, tapi maknanya berkelas. (***)

Posting Komentar