Atasi Kekurangan Dokter Gigi, Universitas Muhammadiyah Palembang Bangun Gedung FK
PALEMBANG - Masalah kekurangan dokter gigi di berbagai daerah masih jadi alarm serius dunia kesehatan. Pemerintah pun membuka ruang bagi perguruan tinggi swasta untuk ikut ambil peran dalam memperkuat pendidikan kedokteran.
Menangkap peluang itu, Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar peletakan batu pertama pembangunan Gedung Belajar Fakultas Kedokteran di Kampus B UMP, Jalan KH. Balqi Talang Banten, Plaju, Palembang, Jumat (16/1/2026).
"Kami mengucapkan terima kasih atas kebijakan ini. Ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada perguruan tinggi swasta untuk ikut berperan dalam layanan pendidikan tinggi, khususnya pendidikan kedokteran," ujar perwakilan UMP saat kegiatan berlangsung.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, hingga kini masih ada lebih dari 4.000 wilayah di Indonesia yang belum memiliki dokter gigi. Di Sumatera Selatan, dari sekitar 350 Puskesmas, lebih dari 40 persen di antaranya belum memiliki dokter gigi. Fakta ini menjadi dasar penguatan pendidikan kedokteran gigi di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC., sekaligus mewakili Gubernur Sumatera Selatan menegaskan, bahwa pendidikan kedokteran harus memenuhi standar yang sangat ketat.
"Fakultas kedokteran harus memenuhi standar yang sangat tinggi karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada pasien. Jangan sampai mengecewakan masyarakat maupun pemerintah," tegasnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, pihak UMP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Fakultas Kedokteran, khususnya Fakultas Kedokteran Gigi.
"Alhamdulillah, saat ini UMP telah memenuhi bahkan melampaui standar yang ditetapkan. Tahun ini kami juga akan menambah program sesuai keunggulan universitas, khususnya di bidang kedokteran keluarga," tandas perwakilan UMP. (***)

Posting Komentar