Tanam Pohon Lepas Burung Uji Emisi, PT ANI Bikin Hari Lingkungan Hidup Nggak Cuma Jadi Seremonial
CIKARANG - Saat sebagian orang cuma upload poster Hari Lingkungan Hidup Sedunia di media sosial, PT Aisan Nasmoco Industri (ANI) memilih turun langsung ke lapangan. Mulai dari tanam pohon, lepas burung sampai uji emisi kendaraan, semuanya digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) PT ANI, Kawasan industri EJIP, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (5/6/2026).
Aksi hijau ini bukan sekadar formalitas tahunan. PT ANI menunjukkan kalau urusan lingkungan nggak cukup cuma dibahas di ruang rapat, tapi harus ada gerakan nyata yang bisa dirasakan dampaknya.
Head Safety & Environment PT ANI, Agus Setia Budi, mengatakan perusahaan menjalankan tiga agenda utama sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian perubahan iklim.
"Hari ini kami melaksanakan tiga agenda utama, yaitu penanaman pohon, pelepasan burung dan uji emisi kendaraan. Ini merupakan bentuk kontribusi industri dalam mendukung upaya perbaikan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim, khususnya di kawasan industri EJIP," ujar Agus Setia Budi.
Dalam kegiatan tersebut, PT ANI menanam 11 pohon pule, melepas sekitar 60 ekor burung terdiri dari perkutut, manyar, cipoh dan pleci, serta melakukan uji emisi terhadap 30 kendaraan operasional maupun kendaraan karyawan.
Menariknya, pelepasan burung bukan dilakukan asal-asalan. Berdasarkan hasil survei internal perusahaan, beberapa jenis burung tersebut mulai jarang terlihat di kawasan industri EJIP. Kondisi itu menjadi alarm kecil bahwa keseimbangan ekosistem perlu terus dijaga.
Langkah PT ANI pun mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi. Apalagi perusahaan ini tercatat konsisten menggelar kegiatan penghijauan selama tiga tahun terakhir.
"Kami sangat mengapresiasi karena PT ANI secara konsisten melaksanakan kegiatan penghijauan setiap tahun. Kegiatan seperti ini penting untuk menjaga tutupan lahan hijau di Kabupaten Bekasi yang terus berkurang akibat perkembangan industri dan permukiman," kata Kabid Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bekasi, Duarte Dje Fernandes.
Menurut Duarte, keberadaan ruang terbuka hijau kini semakin penting di tengah laju pembangunan kawasan industri dan permukiman yang terus berkembang.
"Kami berharap perusahaan-perusahaan lain dapat mencontoh langkah yang dilakukan PT ANI. Penghijauan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan hingga generasi mendatang," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Plant 2 PT ANI, Mr. Yagi San, menegaskan perusahaan akan terus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan melalui kebijakan dan program berkelanjutan yang diterapkan dalam operasional perusahaan.
Komitmen tersebut juga diperkuat dengan berbagai langkah efisiensi energi yang sudah berjalan di lingkungan kerja. General Manager PT ANI, Budhi Widianto, menyebut penggunaan panel surya hingga penghematan konsumsi listrik menjadi bagian dari upaya perusahaan menekan dampak lingkungan.
"Kami berupaya menanamkan budaya peduli lingkungan kepada seluruh karyawan. Kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu dan peralatan yang tidak digunakan menjadi bagian dari edukasi yang kami dorong agar dapat diterapkan tidak hanya di perusahaan tetapi juga di lingkungan rumah masing-masing," jelas Budhi Widianto.
Di tengah isu perubahan iklim yang makin sering dibahas, langkah PT ANI ini setidaknya membuktikan satu hal sederhana: menjaga lingkungan nggak harus menunggu sempurna, yang penting mulai bergerak. Dari pohon yang ditanam, burung yang kembali ke habitatnya, sampai kendaraan yang dicek emisinya, semuanya jadi bukti bahwa aksi kecil tetap punya dampak besar jika dilakukan secara konsisten. (***)




Posting Komentar