Telusuri
24 C
id
  • Spill Beranda
  • Spill Nasional
  • Spill Regional
  • Spill Peristiwa
  • Spill Trending
  • Spill Politik
  • Spill Hukum
  • Spill Pendidikan
  • Spill Bisnis
  • Spill Tokoh
  • Spill Olahraga
  • Spill Budaya
SpillNews
Telusuri
SpillNews
Buy template blogger
Beranda Headline Nasional Regional KH Anas Abdul Jamil, Ulama Buntet Cirebon Pembawa Tarekat Tijaniyah Pertama ke Tanah Jawa
Headline Nasional Regional

KH Anas Abdul Jamil, Ulama Buntet Cirebon Pembawa Tarekat Tijaniyah Pertama ke Tanah Jawa

SpillNews
SpillNews
25 Mei, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Gambar Foto Diilustrasikan

CIREBON - Jauh sebelum media sosial rame soal dakwah sana-sini, KH Anas Abdul Jamil sudah lebih dulu keliling menyebarkan ajaran Islam lewat jalur tarekat. Ulama kharismatik asal Pesantren Buntet Cirebon ini dikenal sebagai pembawa sekaligus muqaddam atau guru Tarekat Tijaniyah pertama di tanah Jawa.

KH Anas Abdul Jamil lahir dengan nama Muhammad Anas pada tahun 1883 di Desa Pekalangan, Cirebon. Beliau merupakan putra pasangan Kyai Abdul Jamil dan Nyai Qori'ah. Nah, garis keluarganya juga nyambung hingga trah Sunan Gunung Jati. Ayahnya merupakan putra KH Muta'ad yang dikenal sebagai menantu pendiri Pesantren Buntet, Kiai Muqoyyim.

Sedikit spill soal sang kakek, KH Muta'ad ternyata bukan sosok biasa. Dalam sejumlah catatan sejarah Pesantren Buntet, beliau disebut berasal dari lingkungan keluarga Kesultanan Cirebon dan pernah menjadi penghulu Karesidenan Cirebon. Meski punya garis bangsawan keraton, KH Muta'ad justru dikenal anti feodalisme dan lebih memilih dekat dengan kehidupan rakyat dan ikut meneruskan semangat perjuangan keluarga Buntet dalam melawan pengaruh kolonial Belanda lewat jalur dakwah dan pesantren.

Cerita tutur masyarakat Cirebon yang menyebut KH Muta’ad lebih senang "blusukan dakwah" dibanding hidup nyaman di lingkungan keraton juga cukup nyambung dengan sejarah keluarga Buntet. Apalagi mertuanya, Mbah Muqoyyim, memang dikenal meninggalkan lingkungan Keraton lalu membangun pesantren sebagai basis dakwah dan perjuangan rakyat di masa kolonial.

Silsilahnya kuat, lingkungannya pesantren banget, jadi wajar kalau sejak kecil KH Anas sudah akrab dengan dunia ngaji dan kitab kuning. Kakaknya saja KH Abbas, sementara dua adiknya adalah KH Ilyas dan KH Akyas. Satu rumah isinya para kiai semua, vibes-nya sudah kayak "markas ulama".

Setelah belajar langsung dari ayahnya, KH Anas muda lanjut mondok ke berbagai pesantren. Mulai dari Pesantren Sukanasari Plered Cirebon bersama Kyai Nasuha, lalu nyantri di Tegal bersama Kyai Sa'id, sampai akhirnya belajar di Pesantren Tebuireng di bawah bimbingan pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari.

Titik balik hidup KH Anas terjadi saat berangkat haji ke Makkah tahun 1924 atas saran sang kakak, KH Abbas. Di sana beliau mulai mengenal Tarekat Tijaniyah dan mengambil talqin dari Syekh Alfa Hasyim di Madinah.

Bukan tipe "habis haji langsung pulang", KH Anas malah menetap selama tiga tahun di Makkah buat memperdalam ilmu tarekat. Baru tahun 1927 beliau kembali ke Cirebon sambil membawa semangat dakwah baru.

Sepulang dari Tanah Suci, KH Anas mulai menyebarkan Tarekat Tijaniyah di lingkungan Buntet. Dari sinilah Pesantren Buntet kemudian dikenal punya dua jalur tarekat besar. Kalau KH Abbas memimpin Tarekat Syathariyah, maka KH Anas jadi tokoh penting Tarekat Tijaniyah di Jawa.

Meski dikenal sebagai ulama besar, KH Anas tetap hidup sederhana dan rendah hati. Dalam dakwahnya beliau mengajarkan kitab-kitab utama Tijaniyah seperti Jawahir al-Ma'ani, Bugyah al-Mustafid dan Munyah al-Murid.

Pengaruhnya terus meluas hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Banyak ulama kemudian diangkat menjadi muqaddam untuk memperluas penyebaran Tijaniyah di Nusantara.

KH Anas Abdul Jamil wafat pada tahun 1945 dan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Buntet, Cirebon. Hingga sekarang, namanya tetap dikenang sebagai ulama yang membuka jalan berkembangnya Tarekat Tijaniyah di tanah Jawa. (***)





Sumber:
laduni.id
nucirebon.or.id
elmuhibbin.com
Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement







Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi

SpillNews- Juni 19, 2026 0
Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi
KARAWANG - Polemik yang menyeret nama Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, terus bergulir. Namun kali ini kubu Muhana angkat suara dan memilih…

Most Popular

ISNU Karawang Mulai Disusun Bukan Buat Pajangan Pengurus Diminta Langsung Gerak

ISNU Karawang Mulai Disusun Bukan Buat Pajangan Pengurus Diminta Langsung Gerak

Juni 17, 2026
5 Tahun Numpang Kontrakan Yayasan Ini Tetap Istiqomah Cetak Generasi Qurani

5 Tahun Numpang Kontrakan Yayasan Ini Tetap Istiqomah Cetak Generasi Qurani

Juni 17, 2026
Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi

Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi

Juni 19, 2026

Recent Comments

Editor Post

Dugaan Penggelapan Dana Koperasi, Eks Karyawan Pindodeli Mengadu ke Tim Hukum Jabar Istimewa Karawang

Dugaan Penggelapan Dana Koperasi, Eks Karyawan Pindodeli Mengadu ke Tim Hukum Jabar Istimewa Karawang

April 28, 2026
Kades Bengle Lia Amallia Fokus Tuntaskan Pelayanan Masyarakat dan Studi Doktoral

Kades Bengle Lia Amallia Fokus Tuntaskan Pelayanan Masyarakat dan Studi Doktoral

April 29, 2026
Bocil TK IT Bintang Serasi Indah Tampil Gemes Maksimal, Kompaknya Nggak Main Sampai Borong Tropi Porseni

Bocil TK IT Bintang Serasi Indah Tampil Gemes Maksimal, Kompaknya Nggak Main Sampai Borong Tropi Porseni

April 29, 2026

Popular Post

ISNU Karawang Mulai Disusun Bukan Buat Pajangan Pengurus Diminta Langsung Gerak

ISNU Karawang Mulai Disusun Bukan Buat Pajangan Pengurus Diminta Langsung Gerak

Juni 17, 2026
5 Tahun Numpang Kontrakan Yayasan Ini Tetap Istiqomah Cetak Generasi Qurani

5 Tahun Numpang Kontrakan Yayasan Ini Tetap Istiqomah Cetak Generasi Qurani

Juni 17, 2026
Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi

Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi

Juni 19, 2026

Populart Categoris

SpillNews

About Us

Di tengah banjir informasi yang serba cepat, SpillNews.id hadir dengan satu fokus utama: menyajikan berita terkini yang faktual, relevan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kami paham, publik hari ini butuh berita yang cepat tayang, tapi itu saja tidak cukup. Berita juga harus jelas sumbernya, kuat datanya, dan jujur narasinya. Karena itu, spill versi kami bukan gosip atau bocor-bocoran, melainkan mengungkap fakta berbasis kerja jurnalistik.

Follow Us

© Theme by Mustafid
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Redaksi
  • About Us