Headline
Nasional
Regional
Retreat Akmil Magelang Bikin Ketua DPRD Karawang Kian Petarung, Kawal Visi Presiden Prabowo
KARAWANG - Lembah Tidar lagi-lagi jadi "tempat digembleng" para petinggi daerah, bukan buat healing, tapi buat disetel ulang biar nggak jalan masing-masing.
Jajaran Ketua DPRD dan DPRK se-Indonesia kompak bilang "siap tempur". Mereka bakal full kawal visi besar Presiden Prabowo Subianto lewat agenda Retreat Pimpinan Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Intinya? Pusat lagi nyoba nyamain frekuensi, biar nggak ada lagi cerita pusat ngomong A, daerah jalan ke Z. Udah cukup, sekarang waktunya satu komando.
Dikemas ala "kursus kilat", kegiatan ini nggak cuma soal baris-berbaris doang. Tapi upgrade disiplin, mindset, sampai cara baca arah kebijakan nasional, biar nggak salah tafsir pas balik ke daerah.
Dengan jargon "Dari Daerah untuk Indonesia", para pimpinan dewan ini janji nggak cuma duduk manis. Instruksi presiden? Siap jalan. Pembangunan? Harus gas, bukan wacana doang.
Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., SH., MH., juga ikut angkat suara. Menurutnya, keikutsertaan jajaran legislatif di agenda Magelang ini bukan sekadar formalitas doang, tapi bentuk tanggung jawab moral dan politik buat jaga stabilitas sekaligus dorong kemajuan daerah.
"Kami siap menjalankan perintah Presiden Prabowo. Ini bukan sekadar latihan fisik, tapi penyelarasan jiwa 'Petarung' untuk membangun bangsa dari lini paling bawah, yaitu daerah," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Nah, yang lagi rame: istilah "Salam Petarung". Bukan sekadar gaya-gayaan, tapi jadi kode keras kalau para ketua dewan ini lagi disiapin buat tahan banting ngadepin realita birokrasi.
Secara etik jurnalistik, gerakan ini nunjukin ada effort serius buat bangun solidarity maker di level pimpinan daerah. Bahasa gampangnya: biar nggak ada lagi drama tarik-ulur pas kebijakan pusat turun ke daerah.
Yang lagi digeber di Akmil Magelang ini juga nggak main-main:
- Program Strategis Nasional (PSN) dipaksa ngebut
- Integritas pengawasan anggaran diperketat
- Narasi pembangunan disatuin menuju Indonesia Emas 2045
Harapannya simpel tapi berat: pulang dari Magelang, para pimpinan DPRD ini nggak cuma bawa sertifikat, tapi langsung tancap gas di daerah masing-masing.
Pelayanan publik harus makin disiplin, transparan, dan nggak ribet, sesuai gaya kepemimpinan nasional yang lagi dibentuk.
Lembah Tidar pun jadi saksi, kalau urusan bangun negara nggak bisa setengah hati. Karena pada akhirnya, semua kebijakan di daerah itu nyambung langsung ke denyut nadi Republik Indonesia. (***)
Via
Headline

Posting Komentar