Headline
Regional
Namanya Dicatut Modus WA, Ketua AMKI Karawang Kaget Ada Ngaku-ngaku Minta Duit
KARAWANG - Modus lama tapi masih aja makan korban. Seorang pejabat di Karawang berinisial AG nyaris jadi korban penipuan setelah dihubungi nomor 081313619599 yang diduga digunakan pelaku dengan mengaku sebagai Ketua AMKI Karawang, Endang Nupo.
Pelaku tampil cukup meyakinkan. Foto profil dan nama yang digunakan menyerupai Endang Nupo. Komunikasi pun dibumbui cerita soal "bantuan penyelesaian perkara" di Kejaksaan Tinggi. Ujungnya, pelaku meminta sejumlah uang.
AG awalnya sempat merespons, namun kecurigaan mulai muncul karena nomor yang digunakan tidak sesuai dengan kontak asli yang tersimpan di ponselnya.
"Saya sempat merespons, tapi lama-lama curiga. Kang Endang tidak pernah meminta-minta seperti itu. Nomornya juga berbeda, meskipun pakai foto beliau," ungkap AG.
Untuk memastikan, AG langsung menghubungi Endang Nupo. Hasilnya dipastikan bahwa komunikasi tersebut bukan berasal dari yang bersangkutan, melainkan dugaan penipuan.
Endang Nupo mengaku terkejut saat mengetahui namanya dicatut. Saat dikonfirmasi, ia tengah dalam perjalanan menuju Hotel Resinda Karawang.
"Saya kaget saat ditelepon Pak AG. Saya tidak pernah menghubungi apalagi meminta uang dengan alasan apapun. Itu jelas penipuan," tegas Endang.
Ia juga menyayangkan tindakan pelaku yang dinilai merugikan dan mencemarkan nama baik.
"Saya heran kenapa harus mencatut nama saya. Ini jelas merugikan dan mencemarkan nama baik. Akan saya konsultasikan ke lawyer," tutupnya.
Spill Hukum: Pelaku Terancam Pidana
Perbuatan tersebut diduga melanggar sejumlah ketentuan hukum, di antaranya:
Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.
Pasal 35 jo. Pasal 51 ayat (1) UU ITE terkait manipulasi informasi elektronik dengan ancaman hingga 12 tahun penjara dan/atau denda Rp12 miliar
Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3) UU ITE apabila terkait pencemaran nama baik.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan tokoh tertentu. Verifikasi melalui kontak resmi menjadi langkah penting untuk menghindari kerugian. (***)
Via
Headline

Posting Komentar