Headline
Regional
Kadis DPMPTSP Karawang Minta Maaf, Akui Ulah Oknum Pegawai Saat Tegur Wartawan di Parkiran Basement
KARAWANG - Yang lagi santai istirahat, eh malah kena "semprot". Begitulah drama kecil tapi bikin rame di basement Gedung Pemda II Karawang. Seorang wartawan yang lagi rebahan di mobil, tiba-tiba ditegur oknum pegawai DPMPTSP dengan gaya yang dinilai nggak banget, pada Kamis (30/4/2026) siang.
Plotnya? Si penegur ini adalah Kasubag Umum dan Kepegawaian (Kasubag Umpeg). Masalahnya bukan cuma negur, tapi cara dan ngomongnya yang dinilai minus etika. Alhasil, kejadian ini langsung jadi omongan.
Kepala Dinas DPMPTSP Karawang, Iwan Ridwan, pun turun tangan. Nggak ngeles, dia langsung akui kalau itu salah.
"Setelah kami mengetahui kronologinya secara utuh, kami menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh yang bersangkutan merupakan sebuah kesalahan, khususnya dalam hal etika berkomunikasi," ujar Iwan Ridwan.
Nggak berhenti di situ, ternyata si oknum juga salah kamar soal wewenang. Basement itu bukan wilayah kekuasaan dia buat "main tegur" dengan cara bar-bar-nya.
"Basement tersebut adalah area parkir bersama, digunakan oleh seluruh tamu dan OPD. Yang bersangkutan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan peneguran parkir di lokasi tersebut," jelasnya.
Yang bikin makin awkward, saat kejadian nggak ada tuh kendaraan yang lagi butuh lewat. Jadi ya, tegurannya terasa makin nggak urgent.
Akhirnya, internal langsung gerak cari "biang keroknya". Oknum yang bersangkutan sudah ditegur biar nggak ngulangin gaya "sok ngatur" yang malah bikin gaduh.
"Atas nama kelembagaan, kami menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan yang telah mengalami kejadian tersebut. Kami sangat menyayangkan cara komunikasi yang tidak mencerminkan etika sebagai aparatur," ucapnya.
Pesannya jelas: jadi ASN itu bukan cuma soal jabatan, tapi juga cara bersikap. Jangan sampai niat "menertibkan" malah jadi blunder.
"Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali dan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan serta sikap aparatur kepada masyarakat," tandas Iwan Ridwan.
Intinya? Parkiran aman, tapi etika sempat "oleng". Untung langsung diluruskan. (***)
Via
Headline

Posting Komentar