Headline
Hukum
Peristiwa
Regional
Cinta Toxic Ujungnya Tragis di Karawang, Pacar Dicekik Dibuang ke Got Kawasan Industri
KARAWANG - Ini bukan sinetron azab jam 10 pagi, ini kejadian real yang bikin dahi berkerut. Seorang pria berinisial BIH (24) tega menghabisi nyawa pacarnya sendiri yang masih berstatus pelajar di Karawang. Drama cinta yang katanya serius, malah ending-nya tragis dan berujung sel tahanan.
Korban sebelumnya ditemukan tak bernyawa di saluran air kawasan industri KJIE, Karawang. Warga sempat geger, polisi langsung gercep.
"Tersangka berinisial BIH alias Bilal Ismail Hamdi Bin Aman Suwarman, usia 24 tahun, pekerjaan buruh, alamat Kampung Cibongbong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Ia kami amankan pada Minggu, 1 Maret 2026, dini hari," ujar Wakapolres, Senin (2/3/2026).
Peristiwa cekik-mencekik maut itu terjadi di Dusun Ciketing, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Sementara jasad korban dibuang di Jalan Sebrang PT Toyota Astra Motor, dekat saluran air Kawasan Industri KJIE, Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat. Fix, bukan cuma hubungan yang dibuang, tapi juga nyawa.
Menurut polisi, hubungan mereka statusnya pacaran. Tapi plot twist-nya bukan lamaran, melainkan cekcok brutal. Korban disebut mendesak pelaku yang sudah beristri untuk menceraikan istrinya dan menikahinya. Drama makin panas karena korban juga minta pelaku kerja bareng di salah satu PT di Cikarang.
"Namun, di dalam kontrakan terjadi cekcok. Korban meminta pelaku untuk menikahinya dan menyuruh pelaku menceraikan istrinya. Korban juga meminta pelaku untuk bekerja bersama di salah satu PT di Cikarang," ungkap AKP Herwit Yuanita Bintari.
Cekcok mulut naik level jadi adu fisik. Korban menampar dan memukul pelaku. Awalnya pelaku diam, tapi situasi makin chaos saat korban mengancam bakal teriak maling kalau pelaku pergi kerja.
"Korban mengancam akan meneriaki maling jika pelaku pergi. Pelaku kembali menghampiri korban, namun tiba-tiba korban mencekik leher pelaku. Merasa kesal, pelaku membalas mencekik korban, dan terjadilah saling cekik antara keduanya," tambah Kasat Resppa.
Korban sempat lemas dan dipindahkan ke kasur. Pelaku mengaku sempat minta maaf. Tapi situasi belum selesai.
"Kalau mau meninggal, mending meninggal dua-duanya sekarang."
Kalimat itu jadi momen yang bikin semuanya gelap. Emosi meledak lagi, cekikan kembali terjadi sampai akhirnya korban tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.
Alih-alih panik atau lapor polisi, pelaku malah lanjut kerja sekitar pukul 12.30 WIB pakai kendaraan proyek ngantar karyawan ke PT Batrai. Malamnya baru balik ke kontrakan, lihat korban sudah tak bernyawa.
Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, jasad korban dibawa pakai motor Honda Vario 125 milik korban, disimpan di depan motor, lalu dibuang ke saluran air dekat PT Toyota Astra Motor di kawasan KJIE. Pagi harinya sekitar pukul 09.40 WIB, warga menemukan jasad tersebut.
Tim gabungan Satres PPA, PPO Polres Karawang, Resmob, hingga Unit Reskrim Polsek Telukjambe Barat langsung turun tangan. Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, pelaku akhirnya diamankan di lokasi persembunyiannya.
Barang bukti yang disita antara lain jaket abu-abu, kemeja kotak-kotak, celana panjang biru dongker, bra krem, celana dalam putih, sandal putih, serta satu unit Honda Vario 125 milik korban.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 458 ayat (1) dan/atau Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian.
"Jangan sampai emosi sesaat menghancurkan masa depan dan merenggut nyawa orang lain. Kami akan terus memproses hukum tersangka sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Wakapolres.
Pelajaran mahal, cinta tanpa kendali bukan romantis, tapi bisa jadi kriminal. Kepala dingin itu bukan cuma buat gaya, tapi buat nyelametin masa depan. (***)
Via
Headline

Posting Komentar