Headline
Peristiwa
Regional
Ngumpul Tengah Malam Bawa Sarung plus Clurit, 8 "Remaja Tanggung" Diciduk Polisi
KARAWANG - Niatnya mau adu gengsi, eh malah adu nasib di kantor polisi. Delapan Anak Baru Gede (ABG) yang masih kategori "Remaja Tanggung" diamankan aparat gabungan Babinsa, Bhabinkamtibmas, plus warga sekitar, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.
Mereka diduga hendak tawuran di sekitar jembatan flyover Lamaran sampai area Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur. Titik kumpulnya? Di Kolong Jembatan (Koljem). Vibes-nya udah kayak mau bikin konten gelap-gelapan, tapi isinya bukan challenge TikTok, melainkan rencana chaos.
Dari tangan para remaja tanggung ini, petugas mengamankan barang bukti berupa satu bilah clurit dan sarung yang diduga bakal dipakai buat aksi tawuran. Untung belum sempat trending duluan.
Hasil interogasi menyebutkan, para pelaku rata-rata masih usia 15 tahunan. Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Karawang Timur, di antaranya Kampung Campaka Maja, Johar, Cibungur, dan Sukamanah. Masih usia sekolah, tapi sudah nongkrong dini hari sambil bawa sajam. Plot twist yang nggak perlu-perlu amat.
Selanjutnya, para remaja beserta barang bukti digelandang ke Polsek Karawang Kota untuk pembinaan lebih lanjut. Bukan buat konten, tapi buat dikasih wejangan biar sadar arah hidup.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Palumbonsari, Bripka Tito, mengatakan informasi rencana tawuran itu awalnya akan dilakukan di depan kantor kelurahan atau sekitar Tugu Tani Lamaran.
"Delapan orang pelaku ini diamankan di bawah jembatan flyover Lamaran sebagai titik kumpul sebelum melakukan aksi tawuran," ucapnya.
Penangkapan bermula dari laporan warga yang resah melihat sekelompok remaja nongkrong sambil membawa benda mencurigakan. Aparat langsung gercep ke lokasi.
"Kami lalu mengamankan delapan remaja yang diduga akan melakukan tawuran. Mereka masih berusia belasan tahun," terangnya.
Hingga saat ini, situasi di wilayah Palumbonsari dan sekitarnya terpantau kondusif. Babinsa dan Bhabinkamtibmas memastikan patroli rutin bakal terus ditingkatkan. Biar nggak ada lagi drama tengah malam yang ending-nya ruang pembinaan.
Lesson of the night, nongkrong boleh, tapi jangan sampai salah arah. Karena kalau sudah urusan sajam dan tawuran, bukan cuma gengsi yang luka, masa depan juga bisa ikut berdarah, ujung-ujungnya ortu juga yang susah. (***)
Via
Headline

Posting Komentar