Headline
Regional
Korpri Karawang Cairkan Dana Kadeudeuh Purna ASN Bertahap, Target Landing ke Rekening Sebelum Lebaran
KARAWANG - Angin segar buat para purna ASN di Karawang akhirnya datang juga. Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Karawang resmi pasang target buat dana kadeudeuh mulai cair sebelum Lebaran alias Hari Raya Idul Fitri 2026.
Keputusan ini lahir dari Musyawarah Luar Biasa (Muslub) yang dihadiri pengurus Korpri unit OPD, kecamatan, perwakilan PDKT, sampai perwakilan purna ASN. Forum luar biasa, hasilnya pun nggak biasa, yakni keputusan lama dicabut, set baru langsung tancap gas.
Ketua Korpri Kabupaten Karawang, Asip Suhendar, menyampaikan bahwa kepengurusan saat ini memilih transparan soal kondisi keuangan. Nggak ditutup-tutupi.
"Melalui Muslub ini kita sepakat mencabut keputusan lama dan menetapkan kebijakan baru yang menjadi dasar pelaksanaan program ke depan," ujar Asip, usai Muslub, Jumat (27/2/2026).
Data yang dipaparkan cukup detail. Dana yang tersedia sekarang Rp10,2 miliar. Sementara penerima uang kadeudeuh mencapai 1.930 orang. Rinciannya, 1.191 peserta hasil KAP, 655 ASN pensiun tahun 2025, dan 84 pensiunan periode 2024 hingga awal 2026.
Nominalnya? Rp7 juta per orang. Kalau ditotal, kebutuhan anggaran menyentuh sekitar Rp13,5 miliar. Artinya masih ada selisih sekitar Rp3,2 miliar. Lumayan bikin dahi berkerut.
"Kami mohon maaf kepada bapak dan ibu purna ASN karena dengan kondisi keuangan yang ada, belum seluruhnya dapat kami penuhi sekaligus," katanya.
Soal selisih Rp3,2 miliar itu, pengurus masih menunggu proses penyelesaian aset yang sedang bergulir di ranah hukum oleh Kejaksaan. Harapannya jelas aset kembali, kekurangan tertutup, urusan kelar.
Tapi jangan khawatir dulu. Timeline sudah disusun rapi. Tanggal 1–8 Maret masuk fase administrasi dan verifikasi data. Mulai 9 Maret? Pencairan bertahap langsung transfer ke rekening masing-masing penerima. Sistemnya non-tunai, kerja bareng Kominfo dan Bank BJB, jadi lebih tertib dan minim drama antrean.
Untuk purna ASN yang sudah wafat, dana akan disalurkan ke ahli waris dengan syarat administrasi resmi dari desa dan kecamatan. Semua by data, bukan by cerita.
Kalau proses berjalan mulus, sebelum Lebaran dana kadeudeuh sudah mulai landing di rekening para purna ASN. Nggak instan, tapi bergerak. Pelan tapi pasti, kata pengurus. (***)
Via
Headline

Posting Komentar