Headline
pendidikan
Regional
Diduga Lontarkan Makian ke Wartawati, UNSIKA Diultimatum Siap-Siap Gelombang Aksi
JAKARTA - Dunia kampus lagi nggak chill. Oknum Humas Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) berinisial N diduga melontarkan makian kasar kepada seorang wartawati saat proses konfirmasi berita. Bukannya dapat klarifikasi adem, yang ada malah tensi naik level.
Ceritanya bermula, saat wartawati lagi menjalankan tugasnya, mengonfirmasi LHP BPK RI TA 2023-2024. Topiknya serius, soal uang negara. Tapi respons yang diterima justru bikin geleng kepala. Ada dugaan makian "goblok", ancaman pelarangan liputan, sampai tudingan "wartawan makan uang UNSIKA". Auto panas? Jelas.
Ketua Umum Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI), Dr. NR. Icang Rahardian, langsung angkat suara. Dan ini bukan suara pelan.
"Kami sangat menyayangkan ucapan yang keluar dari mulut seorang Humas berinisial N. Jika dalam waktu 2x24 jam pihak UNSIKA tidak melakukan permintaan maaf secara terbuka, saya instruksikan seluruh jajaran IWOI untuk mengepung dan mendemo UNSIKA," ujar Icang Rahardian dengan nada tegas.
Fix, ini bukan sekadar teguran biasa. Ini ultimatum buat UNSIKA. Deadline-nya jelas, 2x24 jam. No drama, no nego. Ditambah, siapapun yang menghambat dan menghalangi kerja jurnalistik, ancamannya bisa dipidana. No drama, no debat.
Lebih lanjut, Icang pun menyoroti dugaan ancaman pengusiran dan pelarangan wartawan meliput sebagai persoalan serius. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang melindungi kerja jurnalistik.
"Sikap arogan ini jauh dari nilai-nilai akademisi yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan kampus. Wartawan bekerja dilindungi undang-undang untuk melakukan fungsi kontrol sosial, apalagi ini terkait temuan BPK RI yang menyangkut uang negara," tambahnya.
Buat kalangan pers, ini bukan cuma soal satu kata kasar. Ini soal respek ke profesi, soal etika pejabat publik, dan soal gimana kampus merespons kritik.
Sekarang bola panas ada di tangan UNSIKA. Mau cooling down dengan permintaan maaf terbuka? Atau siap-siap lihat solidaritas pers turun bareng? Jam terus berdetak. Timeline makin rame. Gelombang aksi? Tinggal tunggu waktu. (***)
Via
Headline


Posting Komentar