Dari Rengasdengklok, IWO Indonesia Tegaskan Pers Jangan Jual Nurani Demi Viral
KARAWANG - Bukan sekadar ulang tahun, Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) memilih refleksi. Renungan Kebangsaan digelar di Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, menandai HUT ke-8 IWO Indonesia sekaligus rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Minggu (8/2/2026).
Dengan tema 'Pers Merawat Ingatan Bangsa, Jurnalis Menjaga Nurani Demokrasi'. IWO Indonesia menegaskan sikap bahwa di tengah banjir konten dan kejar-kejaran klik, pers tak boleh kehilangan akal sehat dan integritas.
Ketua Pelaksana Dedi MK menyebut Rengasdengklok dipilih karena nilai keberaniannya.
"Di tempat inilah bangsa berani menentukan arah. Spirit itu relevan dengan tugas pers hari ini," ujarnya.
Acara berlangsung khidmat, diisi doa bersama, refleksi sejarah, dan renungan delapan tahun perjalanan IWO Indonesia, bukan buat euforia, tapi buat bercermin.
Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, Amd., CHRM., menegaskan pers harus tetap berdiri di jalur yang benar.
"Jangan lelah belajar, jangan takut bersuara, dan jangan tergoda popularitas sesaat," katanya.
Ia menyebut IWO Indonesia Karawang kini memiliki sekitar 65 anggota, dengan seluruh kegiatan digelar zero payment tanpa pungutan anggota. Ke depan, IWOI Karawang menargetkan uji kompetensi jurnalis dan verifikasi Dewan Pers pada 2027.
"Cepat boleh, asal tetap akurat," tegasnya.
Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR Icang Rahardian, menambahkan wartawan harus dibekali kualitas, bukan sekadar tampilan.
"Jangan cuma kelihatan keren, tapi kosong. SDM itu harga mati," jelasnya.
Menurutnya, Rengasdengklok menjadi simbol perjalanan IWO Indonesia sejak berdiri pada 2018, berangkat dari keterbatasan, tapi terus bergerak. Prinsip zero payment ditegaskan sebagai fondasi agar organisasi tetap independen dan bermartabat.
Dari Rengasdengklok, pesan itu dipertegas, pers bukan cuma pemburu cepat, tapi penjaga ingatan bangsa. Menulis dengan akal sehat, bekerja dengan hati nurani, dan tidak menjual integritas demi viral, itulah sikap yang diwariskan delapan tahun perjalanan IWO Indonesia. (***)

Posting Komentar