Bumine Makin Anget! Tahun Kuda Api 2026 Disebut Bikin Konflik & Bencana Makin Bar-Bar
CIREBON - Tahun 2026 baru jalan, tapi obrolan soal Shio Kuda Api sudah bikin timeline panas. Budayawan Tionghoa, Jeremy Huang Wijaya menyebut 17 Februari 2026 jadi momen pergantian shio ke Kuda berelemen api. Dan menurutnya, ini bukan api unggun buat bakar jagung.
Jeremy mengaitkannya dengan ramalan lawas Joyoboyo yang syairnya berbunyi: "Bumine wes soyo anget, bumine soyo mengkeret. Gunung-gunung podho mbledhos, manungso sami kuwatos. Pulau Jowo kerem samudro, Pulo Jawa kalungan wesi. Ayo podo ndang elingo marang Gusti."
Kalimat 'bumine wes soyo anget' disebut relevan dengan energi tahun Kuda Api.
"Shio Kuda itu sudah mengandung elemen api. Ketika masuk tahun Kuda Api, unsur apinya dobel. Atmosfer kehidupan jadi panas membara," ujar Jeremy, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, panas di sini bukan cuma suhu. Elemen api identik dengan gejolak, emosi, dan konflik kepentingan. Ia menyinggung potensi ketegangan global seperti Timur Tengah, rivalitas AS vs Iran, perang dagang AS vs China hingga isu China vs Taiwan.
"Di tahun berelemen api, konflik antarnegara lebih mudah tersulut," katanya.
Tak hanya geopolitik, ia juga menyoroti potensi peningkatan aktivitas alam seperti erupsi gunung, gelombang panas, kemarau panjang, kebakaran hutan, gelombang laut tinggi hingga gempa bumi.
Isu patahan aktif pun ikut disorot. Badan Geologi Kementerian ESDM bersama BIG dan PT Oseanland sebelumnya mengungkap keberadaan struktur patahan aktif di wilayah Gunung Nyungcung, Rumpin, Bogor, yang dinamai Sesar Cisadane. Jaraknya disebut sekitar 20 kilometer dari Jakarta.
Keberadaan sesar ini menambah daftar patahan aktif yang mengelilingi wilayah metropolitan setelah Sesar Baribis dan Sesar Citarik. Meski terdengar bikin deg-degan, Jeremy mengingatkan agar masyarakat tidak larut dalam ketakutan.
"Hidup di tahun Kuda Api tidak mudah. Harus banyak doa di malam Imlek dan perbanyak sedekah untuk meredam hawa panas," tutupnya.
Pesannya sederhana, ketika dunia terasa makin panas, manusia diminta lebih banyak introspeksi dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Boleh percaya ramalan, boleh juga santai. Tapi tetap waspada, jaga akal sehat, dan jangan lupa eling marang Gusti. (***)

Posting Komentar