Telusuri
24 C
id
  • Spill Beranda
  • Spill Nasional
  • Spill Regional
  • Spill Peristiwa
  • Spill Trending
  • Spill Politik
  • Spill Hukum
  • Spill Pendidikan
  • Spill Bisnis
  • Spill Tokoh
  • Spill Olahraga
  • Spill Budaya
SpillNews
Telusuri
SpillNews
Buy template blogger
Beranda Budaya Headline Ki Bagus Rangin, Panglima Perang Era Sultan Matangaji yang Bikin VOC Ketar-ketir
Budaya Headline

Ki Bagus Rangin, Panglima Perang Era Sultan Matangaji yang Bikin VOC Ketar-ketir

SpillNews
SpillNews
28 Jan, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Ilustrasi: Ki Bagus Rangin

CIREBON - Awalnya VOC datang ke Cirebon bukan bawa bedil, tapi bawa proposal. Dalihnya kerjasama dagang, janjinya sama-sama untung. Keraton diajak duduk, kesepakatan ditandatangani. Tapi pelan-pelan, rakyat yang justru kena getahnya. Harga ditekan, hasil bumi dikuasai, dan VOC mulai kebablasan merasa paling punya kuasa. Dari sinilah bara perlawanan mulai menyala.

Masuk awal 1800-an, kondisi Cirebon makin nggak karuan. Keraton panas, elite terbelah, politik ruwet, dan Belanda makin pede masuk ke urusan dalam. Pengkhianatan bahkan datang dari orang-orang dekat kekuasaan sendiri. Di tengah situasi carut-marut itulah muncul satu nama yang bikin VOC mulai susah tidur: Ki Bagus Rangin.

Bukan tokoh sembarangan. Ki Bagus Rangin dikenal sebagai panglima perang Keraton Kasepuhan pada masa pemerintahan Sultan Sofiuddin Tajul Arifin atau Sultan Matangaji. Sosoknya tak bisa dilepaskan dari konflik internal keraton yang makin tajam akibat tekanan kolonial.

Budayawan Cirebon, Akbarudin Sucipto menyebut, situasi mencapai titik genting pada 1818, saat Belanda mulai merangsek dan menguasai wilayah keraton. Bahkan, Sultan Matangaji disebut digulingkan oleh adik iparnya sendiri yang memilih bersekutu dengan Belanda.

"Kondisi keraton saat itu sudah dikuasai kelompok yang bersahabat dengan Belanda. Tidak semuanya, tapi cukup untuk membuat keraton terbelah," ujar Akbarudin, Rabu (28/1/2026).

Di tengah perpecahan itu, pilihan elite keraton pun berbeda. Ada yang memilih bertahan dan berkompromi, tapi tak sedikit yang angkat kaki dari lingkungan keraton. Mereka rela melepas gelar kebangsawanan demi satu hal: melawan penjajahan. Kelompok inilah yang kemudian menyatu dengan rakyat dan santri dalam barisan perlawanan.

Dari sinilah Ki Bagus Rangin tampil ke depan. Ia memimpin pasukan yang terdiri dari rakyat biasa, santri, dan unsur pendukung keraton yang menolak tunduk pada Belanda. Puncaknya terjadi pada 1818, saat kegelisahan rakyat meledak dalam peristiwa yang kemudian dikenal sebagai 'Perang Kedongdong'.

Perang berlangsung di wilayah Kedongdong, Cirebon bagian barat, dengan pola gerilya yang bikin pasukan Belanda kelimpungan. Serangan datang cepat, berpindah-pindah, dan sulit ditebak. VOC yang terbiasa perang terbuka dibuat kewalahan. Bahkan, perlawanan ini disebut mampu mengalahkan pasukan Belanda dari wilayah tersebut.

Sejak saat itu, nama Ki Bagus Rangin jadi incaran utama. Ia dianggap ancaman serius bagi kekuasaan kolonial di Cirebon, termasuk bagi kelompok keraton yang sudah telanjur mesra dengan Belanda.

Cerita makin menarik ketika membahas soal makam Ki Bagus Rangin. Akbarudin menyebut, makamnya tersebar di berbagai daerah, termasuk di Rawamerta - Karawang. Bukan karena salah catat, tapi bagian dari strategi perang.

"Soal kuburannya memang tidak satu dan ada di mana-mana. Dulu sering muncul kabar Ki Bagus Rangin tertangkap dan dihukum. Tapi tak lama kemudian, di tempat lain muncul kabar bahwa Ki Bagus Rangin masih hidup," jelasnya.

Kabar simpang siur itu sengaja diciptakan untuk mengacaukan mental Belanda. Di satu wilayah ia dikabarkan tewas, di wilayah lain namanya muncul lagi memimpin perlawanan. Aksi tanpa henti ini juga mendapat dukungan dari Bagus Serit, Bagus Arsitem, Bagus Sidum, Ki Jatira, Ki Ardi Sela, serta Pangeran Raja Kanoman bersama Mbah Muqoyyim dari Keraton Kanoman yang menggerakkan para santri dan laskar dengan doktrin perjuangan: "Bengien wani, sekien wani, besuk uga wani."

Sejarah versi penjajah boleh ditulis rapi di arsip sebagai pemberontak. Tapi versi rakyat hidup dari tutur ke tutur. Dari kesepakatan dagang yang menipu, keraton yang terbelah, sampai perang gerilya di Desa Kedongdong, nama kepahlawanan Ki Bagus Rangin terus beredar bahkan setelah berkali-kali dikabarkan mati. Dan bisa jadi, itulah mimpi buruk terbesar VOC: melawan panglima yang tak pernah benar-benar bisa dihabisi. (***)

Via Budaya
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement







Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi

SpillNews- Juni 19, 2026 0
Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi
KARAWANG - Polemik yang menyeret nama Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, terus bergulir. Namun kali ini kubu Muhana angkat suara dan memilih…

Most Popular

ISNU Karawang Mulai Disusun Bukan Buat Pajangan Pengurus Diminta Langsung Gerak

ISNU Karawang Mulai Disusun Bukan Buat Pajangan Pengurus Diminta Langsung Gerak

Juni 17, 2026
5 Tahun Numpang Kontrakan Yayasan Ini Tetap Istiqomah Cetak Generasi Qurani

5 Tahun Numpang Kontrakan Yayasan Ini Tetap Istiqomah Cetak Generasi Qurani

Juni 17, 2026
Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi

Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi

Juni 19, 2026

Recent Comments

Editor Post

Dugaan Penggelapan Dana Koperasi, Eks Karyawan Pindodeli Mengadu ke Tim Hukum Jabar Istimewa Karawang

Dugaan Penggelapan Dana Koperasi, Eks Karyawan Pindodeli Mengadu ke Tim Hukum Jabar Istimewa Karawang

April 28, 2026
Kades Bengle Lia Amallia Fokus Tuntaskan Pelayanan Masyarakat dan Studi Doktoral

Kades Bengle Lia Amallia Fokus Tuntaskan Pelayanan Masyarakat dan Studi Doktoral

April 29, 2026
Bocil TK IT Bintang Serasi Indah Tampil Gemes Maksimal, Kompaknya Nggak Main Sampai Borong Tropi Porseni

Bocil TK IT Bintang Serasi Indah Tampil Gemes Maksimal, Kompaknya Nggak Main Sampai Borong Tropi Porseni

April 29, 2026

Popular Post

ISNU Karawang Mulai Disusun Bukan Buat Pajangan Pengurus Diminta Langsung Gerak

ISNU Karawang Mulai Disusun Bukan Buat Pajangan Pengurus Diminta Langsung Gerak

Juni 17, 2026
5 Tahun Numpang Kontrakan Yayasan Ini Tetap Istiqomah Cetak Generasi Qurani

5 Tahun Numpang Kontrakan Yayasan Ini Tetap Istiqomah Cetak Generasi Qurani

Juni 17, 2026
Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi

Askun Beri Ultimatum 3X24 Jam Tak Ada Permintaan Maaf Atau Jalur Kekeluargaan, Kadishub Karawang Siap Lapor Polisi

Juni 19, 2026

Populart Categoris

SpillNews

About Us

Di tengah banjir informasi yang serba cepat, SpillNews.id hadir dengan satu fokus utama: menyajikan berita terkini yang faktual, relevan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kami paham, publik hari ini butuh berita yang cepat tayang, tapi itu saja tidak cukup. Berita juga harus jelas sumbernya, kuat datanya, dan jujur narasinya. Karena itu, spill versi kami bukan gosip atau bocor-bocoran, melainkan mengungkap fakta berbasis kerja jurnalistik.

Follow Us

© Theme by Mustafid
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Redaksi
  • About Us