Chi di Kuda Api 2026 Bikin Bencana Alam Selalu Mengintai
CIREBON - Tahun Kuda Api 2026 resmi datang, dan Chi alam sepertinya lagi nggak bersahabat. Budayawan Tionghoa Jeremy Huang Wijaya ungkap sejak awal Januari 2026, banyak bencana alam terjadi akibat kesalahan manusia, seperti banjir di Pati, Cirebon, Bekasi, Jakarta, Karawang, dan Cisarua Bandung Barat, yang menewaskan 25 orang dan membuat 65 orang hilang.
"Gelombang panas dan kemarau panjang dipicu oleh unsur Api di tahun ini, dan Chi yang berkurang membuat alam semakin brutal," ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Menurut Jeremy, banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai daerah bukan cuma soal hujan deras, tapi juga akibat hilangnya tutupan hutan karena alih fungsi lahan.
Lahan yang diganti kelapa sawit, sayuran, atau pohon buah tidak mampu menahan bencana karena akarnya dangkal, berbeda dengan pohon pinus dan jati yang memiliki akar tunggang kuat untuk mencengkeram tanah.
Bahkan hutan bambu penting untuk menopang lereng perbukitan karena akarnya berbulu dan serabut, mampu menahan tanah dari longsor. Chi positif dari hutan ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam dan menghindarkan bencana ekstrem.
Jeremy menegaskan, jangan merusak hutan hanya demi cuan, karena pohon sawit atau tanaman singkat umur tidak bisa menggantikan peran hutan asli.
"Untuk menjaga bumi dan mencegah banjir, longsor, serta panas ekstrem, kita harus menanam pinus, jati, dan bambu di area kritis," jelasnya.
Di tengah panasnya Chi dan gelombang bencana, pesan Jeremy jelas, selamatkan hutan, hidupkan Chi, dan jangan cuma mikirin untung cuan! Jika Chi stabil, bumi adem, dan manusia pun bisa selamat dari amukan Kuda Api 2026. (***)

Posting Komentar