Bupati Aep Syaepuloh Tegaskan Karawang Sebagai Lumbung Pangan Nasional Lewat Siaran CNN
![]() |
| Bupati Karawang saat berdialog dengan anchor CNN Indonesia |
KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., menegaskan status Kabupaten Karawang sebagai lumbung pangan nasional dalam siaran langsung televisi nasional melalui program CNN Indonesia Newsroom bertajuk 'Swasembada Pangan: Karawang Lumbung Pangan Nasional", Selasa (13/1/2026).
Penegasan tersebut disampaikan saat dialog bersama anchor CNN Indonesia, Hernof Al Basyir. Dalam kesempatan itu, Bupati Karawang yang akrab disapa Kang Aep memaparkan capaian, tantangan, serta strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga eksistensi daerahnya sebagai salah satu sentra utama produksi padi dan gabah nasional.
Bupati Aep menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang menunjuk Kabupaten Karawang sebagai lokasi Panen Raya Nasional. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bahkan hadir langsung dalam kegiatan panen raya yang digelar di Kecamatan Cilebar.
"Alhamdulillah, Kementerian Pertanian menunjuk Kabupaten Karawang untuk melaksanakan panen raya, dan Presiden hadir langsung di Cilebar. Daerah ini memang salah satu sentral gabah di Indonesia," ujar Kang Aep.
Ia menuturkan, panen raya berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat dan petani. Kondisi tanaman padi yang dihasilkan dinilai sangat baik, mencerminkan kesuburan lahan serta keberhasilan pengelolaan sektor pertanian di Karawang.
"Alhamdulillah, panen berjalan lancar, padinya bagus, dan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Karawang sejak dulu memang dikenal sebagai lumbung padi," ungkapnya.
Dalam siaran tersebut, Bupati Aep juga mengungkapkan capaian produksi gabah Karawang yang melampaui target. Pada 2025, Karawang ditargetkan memproduksi 1,4 juta ton gabah kering panen, dan realisasinya mencapai 1.400.100 ton atau melebihi target nasional.
"Target 2025 itu 1,4 juta ton, dan alhamdulillah kami mencapainya bahkan lebih. Ini menunjukkan Karawang masih sangat kuat sebagai sentra produksi pangan," terangnya.
Memasuki 2026, Kementerian Pertanian kembali memberikan target peningkatan produksi kepada Karawang. Pemerintah Daerah optimistis target tersebut dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas, kualitas gabah, serta penguatan peran petani dan kelompok tani.
"Secara kualitas, beras dan gabah Karawang sangat baik. Tinggal bagaimana produktivitasnya terus kita tingkatkan," jelas Bupati Aep.
Menjawab tantangan pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan, Bupati Aep menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga lahan pertanian melalui skema Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
"Kami sudah mengunci lebih dari 87 ribu hektare, hampir 88 ribu hektare lahan sawah dalam LP2B. Itu tidak bisa diotak-atik," tegasnya.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Pemkab Karawang memberikan insentif pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk lahan sawah hingga tiga hektare per keluarga yang berlaku selamanya.
"Kami ingin masyarakat tetap mau menjadi petani. Maka kami beri stimulus, PBB-P2 gratis untuk maksimal tiga hektare per keluarga," jelasnya.
Dalam dialog tersebut, Bupati Aep juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut target swasembada pangan empat tahun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun. Pada 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras.
"Pak Presiden menyampaikan bahwa kita tidak impor beras pada 2025. Salah satu penopangnya adalah Kabupaten Karawang dengan produksi gabah 1,4 juta ton," ungkap Bupati.
Selain itu, Karawang menjalin kerjasama food estate dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui pemanfaatan sekitar 5.000 hektare lahan sawah untuk mendukung pasokan beras ke ibu kota.
Atas kontribusi tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya yang disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan, pada Rabu (7/1/2026) lalu.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan negara atas dedikasi Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Aep, Karawang masuk 10 besar daerah penghasil beras nasional dan berperan strategis dalam pencapaian cadangan beras nasional sebesar 3 juta ton. (***)

Posting Komentar