Headline
Regional
Rapat Paripurna Perubahan APBD 2026: Demokrat & PDIP Kompak Roasting Dinas Lemot sama Hobi Tunda Bayar!
KARAWANG — Rapat Paripurna DPRD Karawang yang digelar pada Rabu (30/9/2026) siang, mendadak penuh spill-spill pedas! Dua fraksi partai besar, Demokrat sama PDI Perjuangan, kompak ngasih feedback menohok buat Pemkab Karawang pas lagi bahas Perubahan APBD 2026. Intinya satu: jangan under perform tapi gaya tetep elit!
Dari atas podium, Fraksi Demokrat, Pendi Anwar ngasih catatan biar belanja daerah tuh efisien dan nggak ngasal. Pendi nyentil masalah irigasi yang ambrut, air banyak tapi petani tetep struggle gegara saluran rusak, sedimentasi, sama pintu air mati. Doi nuntut pemetaan ulang manajemen air berbasis data biar sektor pertanian nggak dead game.
Nggak cuma irigasi, BUMD yang nggak generate Pendapatan Asli Daerah (PAD) tapi cuma nyusahin APBD juga kena call out biar dievaluasi total. Khusus buat PD Petrogas Persada Karawang yang rebranding jadi PT Karawang Energi Persada, Pendi wanti-wanti pake banget.
"Perubahan badan hukum ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi harus menjadi langkah untuk menghadirkan perusahaan daerah yang profesional, memberikan dividen bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Karawang," tegas Pendi.
Nggak kalah pedas, Fraksi PDIP lewat Natala Sumedha langsung spill breakdown data yang bikin elus dada. Udah mau penghujung September 2026, tapi ada 5 dinas vital penghasil PAD yang serapan anggarannya masih under 40 persen! Natala heran banget sama gaya "sks" (sistem kuliah semalam) dinas-dinas ini yang serapannya mendadak melonjak cuma pas last minute akhir tahun.
"Kalau kita lihat realisasi kenyataan yang ada di Kabupaten Karawang, sampai mendekati akhir September itu realisasinya lima dinas besar rata-rata di bawah 40 persen," terangnya.
"Jangan sampai bekerja tujuh atau delapan bulan realisasinya di bawah 40 persen, kemudian tiga bulan terakhir bisa mencapai di atas 90 persen. Ini harus menjadi evaluasi bersama," tambah Natala menegaskan.
Doi juga nyentil kebiasaan Tunda Bayar (TB) di APBD yang selalu keulang udah kayak penyakit kronis TBC yang kudu disembuhin.
"Saya berharap Pak Bupati menjadikan ini sebagai ajang evaluasi seluruh dinas. Kami partai koalisi dan mendukung Pak Bupati, tetapi kami tidak mau APBD kita hanya dalam perubahan selalu muncul TB dan TB," katanya.
PDIP sebenernya tetep ngasih applause buat Pak Bupati yang suka ngerazia ASN lewat Sidak. Tapi, Natala nyeletuk kalau penegakan disiplin tuh jangan cuma di kantor doang, karena kursi pejabat eksekutif pas Rapat Paripurna DPRD aja masih banyak yang ghosting alias melompong.
"Keberadaan ASN di kantor itu harus benar-benar bekerja. Hari ini juga tolong dievaluasi, karena masih banyak yang kosong," tutup Natala.
Meski banjir roasting dan warning dari urusan drainase, sampe isu Tunda Bayar, akhirnya kedua fraksi teri tetep nyetujuin Raperda Perubahan APBD 2026 ini dengan sejumlah catatan. Sekarang bola ada di tangan Pemkab: mau dibenahin beneran atau cuma stay safe di zona nyaman? We'll see! (***)
Via
Headline

Posting Komentar