Headline
Regional
Lantaran Kaderisasi! Oknum Mahasiswa FAI UNSIKA Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Kader HMI
![]() |
| Gambar Ilustrasi |
KARAWANG - Lantaran persaingan kaderisasi organisasi di lingkungan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) berujung kekerasan fisik yang mengerikan. Seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diduga dipaksa dibawa ke kontrakan, disiram air, dicekik hingga sesak napas, ditendang, diludahi, lalu diancam agar tidak melapor ke pihak berwenang. Kasus ini langsung bikin geger sampai dua mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) UNSIKA dilaporkan ke Polresta Karawang atas peristiwa tersebut, Kamis (24/9/2026).
Plotnya makin ngawur dari sore, Peristiwa bermula Rabu (23/9/2026). Korban, HFM, yang baru saja selesai kuliah tiba-tiba ditarik sekelompok mahasiswa FAI ke sebuah kantin di depan kampus. Di situ tensinya langsung naik. Ungkap korban, sekitar 10 orang mengerumuninya, meneriaki, hingga melempar botol minum ke arahnya. Parahnya lagi, Meski telah memohon maaf dan mengajak menyelesaikan masalah secara damai, tekanan justru semakin menjadi-jadi.
Nggak berhenti di kantin, Saat waktu Isya tiba, korban tidak diperbolehkan pulang. Ia ditarik, diseret, lalu dibawa naik sepeda motor ke sebuah kontrakan di Perumahan Bumi Karawang Permai tanpa diberi pilihan untuk menolak. Momen mencekamnya berlanjut pas di lokasi itu, setelah mediator yang datang membantu pergi, kekerasan fisik dilakukan secara langsung.
Tindakan anarkis makin membabi buta, kesaksian korban menyebut, ia disiram air, lalu lehernya dicekik kuat-kuat hingga sulit bernapas, padahal tidak melawan. Korban babak belur gara-gara pukulan mendarat di wajahnya, tubuh didorong hingga jatuh, lalu lengan kirinya ditendang berkali-kali.
"Ketika lupa menyebutkan jargon organisasi, kembali ditarik, dipukul, ditendang, bahkan diludahi," ujar korban.
Biar aksinya ketutup rapi, menurut Korban, dirinya juga dipaksa membuat dua video klarifikasi, lalu diancam keras: jangan bercerita kepada siapa pun, apalagi melapor ke polisi. Suasana horor itu bikin ancaman membuatnya takut dan tertekan hingga dibiarkan pulang keesokan harinya.
Dampaknya fatal banget, Akibat perlakuan tersebut, korban menderita luka di leher, lengan kiri, dan perut, serta mengalami trauma psikologis yang mendalam. Imbas kekerasan itu bikin Ia tidak dapat mengikuti perkuliahan dan merasa tidak aman kembali ke lingkungan kampus.
Nggak mau tinggal diam, melalui kuasa hukum, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Karawang dengan nomor laporan: STTLB/B/1099/IX/2026/SPKT/ POLRESTA KARAWANG/POLDA JAWA BARAT. Semua bukti hukum disiapin, visum sudah dilakukan, dan pihak pelapor siap menyerahkan bukti lengkap mulai dari rekaman, video klarifikasi, hingga keterangan saksi.
Sekarang bola panas ada di kampus, korban juga memohon kepada pimpinan UNSIKA agar memberikan perlindungan selama proses hukum berjalan, serta memastikan tidak ada lagi intimidasi atau tekanan yang mengganggu keamanan dirinya di lingkungan kampus. Proses hukum makin mengular karena hingga saat ini, penyidik Polresta Karawang terus menelusuri kasus yang diduga melibatkan lima mahasiswa tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak redaksi masih berupaya mengonfirmasi pimpinan UNSIKA untuk mendapatkan tanggapan resmi. (***)
Via
Headline

Posting Komentar